-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Musrenbang Terakhir 2026, Bogor Utara Ajukan Ratusan Usulan Prioritas

    Indate News
    23/01/26, Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T00:04:08Z


    indate.net-BOGOR – Rangkaian Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Bogor tahun 2026 resmi berakhir setelah pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Bogor Utara yang digelar di Aula Kebo Jati, Kelurahan Cibuluh, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.


    Dalam arahannya, Dedie menilai Bogor Utara memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor dengan potensi pengembangan yang besar. Namun demikian, ia menekankan perlunya pembenahan konsep dan strategi pembangunan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.


    Dedie mendorong agar pembangunan di Bogor Utara tidak berjalan biasa-biasa saja. Menurutnya, pendekatan yang lebih progresif dibutuhkan agar kawasan tersebut mampu mengejar pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan warga, serta tidak tertinggal dari perkembangan wilayah di sekitarnya.


    Ia juga menyoroti persoalan banjir yang masih kerap terjadi di Bogor Utara. Dedie meminta jajaran kewilayahan untuk serius menangani titik-titik penyumbatan aliran air, termasuk menertibkan bangunan yang berdiri di area sungai. Normalisasi aliran sungai, kata dia, harus dilakukan secara tegas demi mengurangi risiko banjir.


    Sementara itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansah menyampaikan, Musrenbang Kecamatan Bogor Utara menghasilkan ratusan usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kota. Total terdapat 228 usulan yang diajukan untuk Musrenbang 2026 dan penyusunan RKPD 2027.


    Sebagian besar usulan tersebut berkaitan dengan pembangunan fisik, terutama infrastruktur pengendalian banjir. Riki menjelaskan, dari total usulan, sebanyak 140 di antaranya menyasar perbaikan drainase, penguatan turap, hingga peninggian jembatan. Hal itu sejalan dengan kondisi Bogor Utara yang masih rawan genangan saat hujan deras dengan durasi panjang.


    Selain penanganan banjir, rencana pembangunan Jalan R2 juga menjadi perhatian. Riki menyebutkan, jalan tersebut dirancang menghubungkan wilayah Bogor Utara hingga kawasan Sentul, Sukaraja, dan ditargetkan terealisasi dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan.


    Jalan R2 nantinya akan tersambung dari Jalan K.S. Tubun menuju kawasan utara. Namun, hingga kini proses pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp20 miliar pada tahun ini, dengan prioritas pada sisi selatan karena kebutuhan anggarannya lebih rendah dibandingkan sisi utara yang masih memerlukan dana cukup besar.


    Musrenbang ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi percepatan pembangunan Bogor Utara yang lebih terarah dan berkelanjutan.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini