indate.net-Terhentinya operasional angkutan kota (angkot) di sejumlah ruas jalan Kota Bogor akibat aksi unjuk rasa sopir angkot berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Warga yang biasa mengandalkan angkot sebagai moda transportasi harian terpaksa mencari alternatif lain untuk berangkat bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi. Kamis (22/1/2026)
Situasi tersebut memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Bogor. Melalui Satpol PP Kota Bogor, langkah darurat dilakukan dengan mengerahkan sejumlah truk operasional untuk membantu mengangkut warga di titik-titik yang selama ini menjadi jalur utama angkot.
Truk-truk tersebut disiagakan di beberapa lokasi strategis yang biasanya ramai dilalui angkot, sebagai upaya menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan meski layanan transportasi umum terganggu. Warga yang terdampak terlihat memanfaatkan fasilitas darurat tersebut untuk mencapai tujuan mereka.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi, agar tidak sepenuhnya lumpuh akibat dinamika sosial yang terjadi. Selain membantu mobilitas warga, kebijakan ini juga bertujuan mencegah kemacetan dan penumpukan massa di sejumlah titik kota.
Pemerintah Kota Bogor menegaskan bahwa kebijakan darurat tersebut bersifat sementara, sembari menunggu situasi kembali kondusif dan operasional angkot dapat berjalan normal. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.(JM)


