indate.net-BOGOR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bogor Bersatu (AMBB) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota, Selasa (20/1/2026). Mereka menuntut aparat penegak hukum bersikap terbuka dan adil dalam menangani dugaan praktik politik uang serta gratifikasi yang disebut melibatkan penyelenggara pemilu dan oknum aparat.
Aksi tersebut dipicu oleh mencuatnya informasi dugaan aliran dana yang disampaikan dalam sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Bawaslu Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. Mahasiswa menilai, penanganan perkara yang berpotensi pidana tidak semestinya berhenti pada ranah etik semata.
Koordinator Lapangan AMBB, Ridho, menyampaikan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap praktik penegakan hukum yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan asas keadilan. Menurutnya, semua pihak seharusnya diperlakukan sama di hadapan hukum tanpa pengecualian.
“Jika ada indikasi gratifikasi atau politik uang, maka prosesnya harus berjalan sesuai hukum pidana. Tidak boleh ada perlakuan khusus atau penyelesaian setengah hati,” ujarnya di sela-sela aksi.
Dalam tuntutannya, AMBB juga meminta aparat melakukan penelusuran menyeluruh terhadap isu dugaan aliran dana senilai Rp1,5 miliar yang disebut-sebut bertujuan mempengaruhi proses penanganan perkara. Mereka menilai, jika informasi tersebut terbukti benar, maka peristiwa tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Mahasiswa turut menyinggung preseden kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya, di mana sanksi yang dijatuhkan hanya bersifat etik. Kondisi tersebut dinilai berisiko mengaburkan pertanggungjawaban pidana pihak-pihak yang terlibat.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengamanan ketat dan berjalan kondusif. AMBB menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan atau menempuh jalur advokasi hukum ke tingkat yang lebih tinggi apabila tuntutan mereka tidak segera direspons secara serius.(*)


