indate.net-Pemerintah pusat memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor akan direalisasikan pada tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, saat melakukan peninjauan lokasi pembangunan di kawasan STA Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (20/1/2026).
Peninjauan lapangan dilakukan bersama Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan lahan yang telah disediakan Pemerintah Kota Bogor sekaligus meninjau tahapan awal rencana pembangunan.
Robben Rico menjelaskan, kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari proses awal agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target. Ia menegaskan, pematangan lahan harus dilakukan sejak dini agar proses konstruksi dapat dimulai tanpa hambatan.
“Kami memastikan lahan yang disiapkan sudah siap secara teknis. Tahun ini pembangunan harus dimulai, sehingga seluruh proses persiapan kami dorong untuk segera tuntas,” ujarnya.
Kemensos menargetkan tahapan perencanaan hingga proses lelang pembangunan dapat dilaksanakan paling lambat pertengahan tahun. Dengan percepatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan sudah dapat digunakan pada pertengahan tahun 2027.
“Kami mengejar waktu enam bulan ke depan agar tahun depan sekolah ini sudah bisa dimanfaatkan oleh peserta didik,” katanya.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis Kemensos yang dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain pendidikan akademik, sekolah ini akan menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, penguatan nilai kebangsaan, serta penguasaan keterampilan yang memiliki sertifikasi resmi.
Di Kota Bogor, Sekolah Rakyat direncanakan mampu menampung sekitar 1.000 hingga 1.080 siswa. Pada tahap awal, peserta didik diprioritaskan berasal dari Kota Bogor, namun tidak menutup kemungkinan menerima siswa dari daerah lain sebagai bagian dari program perintisan.
“Keterampilan menjadi salah satu output utama. Bukan hanya keterampilan dasar, tetapi keterampilan yang memiliki sertifikat dan nilai guna bagi masa depan siswa,” tambah Robben.
Dari sisi sarana dan prasarana, Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan ruang kelas, asrama siswa, asrama guru dan tenaga kependidikan, laboratorium, tempat ibadah, lapangan olahraga, gedung serbaguna, serta fasilitas pendukung keterampilan seperti pertanian dan peternakan.
Robben menegaskan, konsep Sekolah Rakyat sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan pendidikan karakter dan keterampilan sebagai kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Sementara itu, Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi menyambut baik kepastian pembangunan tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan lahan seluas sekitar lima hektare untuk mendukung program tersebut.
“Kami sudah melakukan pembahasan teknis bersama Kemensos dan alhamdulillah sudah ada titik temu. Mudah-mudahan pembangunan Sekolah Rakyat ini bisa segera terealisasi dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kota Bogor,” ujar Denny.
Ia menambahkan, tahap selanjutnya akan dilakukan pengecekan lebih mendalam terkait kondisi dan karakteristik tanah di kawasan Rancamaya guna memastikan kesiapan lahan sebelum pembangunan dimulai.(JM)


