-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dari Donor Darah hingga Doa Bersama, Bhakti Lintas Agama Perkuat Persatuan di Bogor

    Indate News
    12/01/26, Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T09:38:34Z


    indate.net-BOGOR — Semangat persatuan dan kebhinekaan kembali ditunjukkan masyarakat Kota Bogor melalui pelaksanaan Puncak Bhakti Lintas Agama yang berlangsung di MAN 1 Kota Bogor, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas keyakinan yang mengedepankan nilai solidaritas, toleransi, dan kebersamaan.


    Beragam aktivitas sosial mewarnai acara tersebut, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar pelaku UMKM, doa bersama lintas agama, hingga penyampaian ceramah kebangsaan. Rangkaian kegiatan itu melibatkan berbagai unsur masyarakat dan menjadi bukti nyata kolaborasi lintas komunitas.


    Ketua Pelaksana Bhakti Lintas Agama, Dede Supriatna, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan memperkuat rasa kemanusiaan.


    Ia menegaskan, Bhakti Lintas Agama tidak sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam merawat nilai-nilai kebhinekaan serta membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan.


    Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Ia menilai persatuan dan kekompakan masyarakat menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan daerah. Dedie menekankan pentingnya menjaga keharmonisan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama.


    Dedie berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, kebersamaan lintas agama yang terbangun tidak hanya mempererat persahabatan, tetapi juga mencerminkan karakter dan jati diri Kota Bogor sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi.


    Puncak Bhakti Lintas Agama ditutup dengan ceramah kebangsaan yang disampaikan ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya. Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi mengajak seluruh elemen bangsa untuk memahami makna mendalam dari bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan.


    Ia menjelaskan, bendera kebangsaan mengandung nilai kedaulatan, harga diri, dan jati diri bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penghormatan terhadap Merah Putih tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga harus diiringi dengan pemahaman dan sikap nyata dalam menjaga persatuan.


    Habib Luthfi menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa berada di pundak setiap individu, bukan hanya pemerintah atau kelompok tertentu. Dengan menanamkan rasa cinta tanah air, ia meyakini masyarakat akan mampu saling melindungi dan menghargai perbedaan yang ada.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini