-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    36 Siswa SD di Bogor Selatan Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG dari SPPG Batutulis

    Indate News
    14/11/25, November 14, 2025 WIB Last Updated 2025-11-14T10:25:58Z


    indate.net-BOGOR –
    Sebanyak 36 siswa dari sejumlah Sekolah Dasar (SD) di wilayah Bogor Selatan dilarikan ke UPTD Puskesmas Bogor Selatan setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan pada Jumat (14/11/2025). Seluruh siswa diketahui sebelumnya menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batutulis.


    Kepala UPTD Puskesmas Bogor Selatan, dr. Maria Yuliana, menjelaskan bahwa para siswa dari SDN Batutulis 2 dan 3 datang secara bertahap dengan keluhan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang sama.


    “Awalnya datang beberapa anak, dua di antaranya muntah. Kami langsung lakukan observasi. Sekitar 15 menit kemudian datang lagi rombongan berikutnya hingga jumlahnya hampir 15 orang,” ujarnya.


    Tim medis melakukan triase untuk membedakan siswa dengan kondisi stabil dan yang mengalami gejala lebih berat.


    “Yang kondisinya aman kami pisahkan, sedangkan yang bergejala berat langsung dimasukkan ke ruangan. Dari seluruh pasien, hanya satu yang masih kami tangani dengan infus,” kata dr. Maria.


    Sebagian besar siswa mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing. Sementara itu, satu anak masih mendapat pengawasan khusus karena mengalami buang air besar bercampur darah.


    Dari 35 siswa yang pertama kali datang, 32 sudah diperbolehkan pulang, dan tiga lainnya masih menjalani perawatan. Menjelang siang, seorang siswa dari SD Lawang Gintung 1 kembali datang dengan gejala serupa, sehingga total pasien menjadi 36 orang.


    Pihak puskesmas telah mengamankan sampel makanan dan sampel muntahan untuk diteliti oleh tim Kesehatan Lingkungan (Kesling).


    “Ada yang menyebut ayamnya kurang enak, ada yang menyebut sayur jagung. Namun sebagian besar menyebut ayam. Tapi kami belum bisa pastikan. Semua harus menunggu hasil laboratorium,” jelasnya.


    Seluruh makanan yang dikonsumsi para siswa diketahui berasal dari penyedia SPPG Batutulis. Pemeriksaan laboratorium diperkirakan memakan waktu 2–3 hari.


    “Kami menunggu hasil resmi dari Labkesda. Untuk tiga siswa yang diinfus, gejalanya kini berkurang. Tidak ada yang dirujuk, semua ditangani di puskesmas. Insyaallah 2–3 jam lagi bila kondisi membaik, mereka juga bisa dipulangkan,” kata dr. Maria.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini