-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Demi Kemanuasiaan, RSUD Kota Bogor Gratiskan Pengobatan Wanita Penjual Kopi Keliling Korban Tabrak Lari

    Indate News
    22/02/23, Februari 22, 2023 WIB Last Updated 2023-02-22T10:39:53Z


    indate.net-BOGOR
    , (TB) – Sumiyati (40), wanita paruh baya yang hidup sebatang kara dan tinggal diemperen Jalan Dewi Sartika Kota Bogor, jadi korban tabrak lari pengendara motor yang tidak bertanggungjawab.

    Peristiwa memilukan itu menimpanya  saat ia sedang asik berbincang dengan teman lelaki yang baru dikenalnya beberapa hari lalu.

    Akibatnya tertabrak itu, Sumiyati terpental sejauh dua meter. Kakinya yang tertabrak membuat bagian kepalanya mendarat terlebih dahulu hingga mencium aspal. Sementara pengedara roda dua yang menabraknya memilih melarikan diri.

    Dalam keadaan tak sadarkan diri, Sumiyati dilarikan oleh teman pria-nya ke IGD RSUD Kota Bogor. Nahasnya, usai mengantar Sumiyati, pria tersebut justru membawa kabur tas milik wanita kelahiran Kebumen itu.

    “Tas saya dibawa kabur. Isinya HP dan uang setoran hasil jualan kopi,” terang Sumiyati saat ditanya staf Humas RSUD usai sadarkan diri setelah mendapatkan perawatan medis.

    Seketika Sumiyati yang biasa berjualan kopi keliling diseputaran Alun alun Kota Bogor itu menitikkan air mata, tubuhnya seakan mengatakan bila dirinya tak lagi betah berbaring di Rumah Sakit (RS). Bukan karena kondisinya yang sudah pulih total. Namun karena ke khawatirannya akan beban biaya pengobatan yang harus dibayarnya.

    “Pak saya mau pulang saja. Bagaimana ya pak, saya tidak punya uang untuk membayar berobat disini. Saya tidak punya keluarga pak di Bogor,” kata Sumiyati seraya meneteskan air mata.

    Kondisi Sumiyati yang memilukan, rupanya sampai ke telinga jajaran manajemen RSUD Kota Bogor. Wanita paruh baya ini digratiskan biaya perawatan hingga pengobatan. Dirinya diperkenankan pulang setelah kondisinya pulih.

    Kepala Seksi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor, dr. Yuyung Susanti mengatakan, pelayanan pasien miskin memang sudah menjadi bagian dari program pemerintah, baik pusat maupun daerah.

    “Dimana keadilan pelayanan kesehatan harus diwujudkan. Jangan ada diskriminasi antara si kaya dan si miskin. Semua pasien harus dilayani sepenuh hati dan profesional,” tegasnya.

    Sumiyati pun mengaku merasa tenang usai mendapati kabar bila dirinya dibebas biayai RS. Ia merasa bersyukur masih ada RS yang menjalankan prinsip keadilan dalam pelayanan kesehatan.

    “Terima kasih karena saya sudah dirawat secara gratis hingga pulih. Diberi obat secara cuma-cuma. Diberi makan, bahkan saya diberi uang. Semoga Allah membalas kebaikan,” ucapnya.

    RSUD Kota Bogor pun mengantarkan wanita paruh baya yang mengaku tidak memiliki sanak saudara itu ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bogor untuk di tindak lanjut.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kabupaten Bogor

    +