indate.net-BOGOR- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor mengambil langkah baru dalam membangun ruang komunikasi dan kolaborasi bersama generasi muda. Sebanyak 100 pemuda dari 25 komunitas lintas sektor dikumpulkan dalam kegiatan Malam Keakraban dan Sarasehan Pembangunan Kepemudaan yang digelar selama dua hari, 8-9 September 2026, di Green Forest Kota Bogor.
Kegiatan perdana tersebut tidak hanya dikemas dalam bentuk perkemahan dan malam keakraban. Dispora menjadikannya sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai elemen pemuda sekaligus menjaring gagasan mengenai persoalan dan pembangunan Kota Bogor.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan kegiatan tersebut terinspirasi dari gagasan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan dikembangkan bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor.
Menurut Anas, pendekatan melalui ruang terbuka tersebut diharapkan mampu menjangkau kelompok-kelompok pemuda yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam program pemerintah.
“Pendekatan ini dirancang khusus untuk menjangkau elemen kepemudaan yang selama ini dinilai belum tersentuh secara menyeluruh oleh program pemerintah,” ujar Anas kepada wartawan di sela kegiatan, Selasa (8/9/2026) malam.
Anas menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan. Salah satunya membangun jejaring dan kolaborasi antarkomunitas pemuda agar berbagai program kepemudaan tidak berjalan secara terpisah.
Peserta yang dilibatkan berasal dari beragam organisasi dan komunitas, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), OSIS, Generasi Berencana (GenRe), Mojang Jajaka, Karang Taruna, KNPI, komunitas pengusaha muda Tangan Di Atas (TDA), Pramuka, perwakilan SMK, Duta Baca, HIPMI hingga penerima penghargaan The Best Delegates APEKSI.
“Harapannya mereka tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin membangun sinergi lintas organisasi sehingga potensi yang dimiliki para pemuda dapat dikolaborasikan,” kata Anas.
Selain mempererat hubungan antarpemuda, agenda utama lainnya adalah Sarasehan Pembangunan Kepemudaan.
Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, keresahan maupun gagasan mengenai sejumlah persoalan strategis di Kota Bogor.
Beberapa isu yang dibahas antara lain transportasi umum, termasuk angkutan kota, persoalan sampah hingga berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat.
Menurut Anas, penyampaian aspirasi melalui forum tersebut diharapkan menjadi alternatif dialog antara pemerintah dan pemuda, sehingga gagasan tidak selalu harus disampaikan melalui aksi demonstrasi di ruang publik.
Lebih jauh, Dispora berencana mengembangkan forum tersebut menjadi wadah yang lebih berkelanjutan.
Anas mengatakan gagasan sarasehan kepemudaan diproyeksikan menjadi cikal bakal Musrenbang Tematik Kepemudaan yang nantinya dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Bogor.
Forum tersebut ditargetkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun mulai awal 2027.
“Gagasan dari sarasehan ini diproyeksikan menjadi cikal bakal Musrenbang Tematik Kepemudaan yang akan dikelola Bapperida Kota Bogor secara rutin setiap tahun mulai awal tahun depan,” ujarnya.
Jika terealisasi, forum tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih terstruktur bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Dispora juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses penjaringan calon Duta Kota Bogor.
Para peserta yang dinilai memiliki potensi akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai ajang mulai tingkat kota dan provinsi hingga peluang mewakili Indonesia dalam program pertukaran pemuda antarnegara.
Anas menyebut program tersebut nantinya dapat melibatkan peserta dari berbagai negara.
Ia menilai pembangunan jejaring sejak usia muda penting untuk membentuk calon pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi lintas kelompok.
“Pendekatan kita bukan konflik atau perang, melainkan diplomasi dan kolaborasi. Jika suatu saat para pemuda ini menjadi menteri, presiden, atau anggota parlemen, mereka sudah saling kenal sejak awal,” kata Anas.
Dalam kesempatan tersebut, Anas juga menyampaikan capaian pembangunan kepemudaan Kota Bogor.
Ia menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Bogor telah mencapai 63 poin. Menurutnya, capaian tersebut tercermin dalam sejumlah sektor, antara lain kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, program GenRe dan kepemimpinan.
“Skor tinggi tersebut terdistribusi di lima sektor utama: kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, program GenRe, dan kepemimpinan,” ujarnya.
Namun, capaian tersebut menurutnya tetap perlu diikuti dengan program yang mampu menjawab perubahan karakter dan kebutuhan generasi muda.
Karena itu, kegiatan juga diisi dengan workshop literasi keuangan digital yang menyasar karakter generasi Z yang dinilai semakin dekat dengan perkembangan ekonomi digital.
Dispora menghadirkan narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank BJB untuk memberikan pemahaman mengenai investasi dan instrumen keuangan.
Materi yang diberikan mencakup investasi saham, Surat Berharga Negara maupun instrumen valuta asing.
Anas mengatakan edukasi tersebut penting agar minat generasi muda terhadap investasi diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko dan legalitas produk keuangan.
“Karakter Gen Z berbeda dengan generasi terdahulu. Mereka lebih berorientasi pada investasi dan fleksibilitas finansial daripada sekadar menabung atau memiliki aset tetap sejak dini. Karena itu, edukasi investasi yang aman dan legal sangat krusial,” katanya.
Untuk menjaga komunikasi setelah kegiatan berakhir, Dispora Kota Bogor juga menggandeng KNPI untuk menyiapkan Podcast Kepemudaan.
Podcast tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026 dan akan menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui media tersebut, pembahasan mengenai persoalan kota diharapkan dapat dilakukan secara lebih terbuka dan interaktif.
Tidak berhenti pada isu kepemudaan dan pembangunan, Dispora juga memperkenalkan peluang pengembangan olahraga yang dikaitkan dengan kesempatan kerja internasional.
Salah satunya melalui cabang olahraga Kendo. Dispora bekerja sama dengan PT Danayasak untuk menyiapkan program pelatihan bahasa Jepang secara gratis sekaligus membuka peluang penyaluran tenaga kerja ke Jepang bagi atlet kendo yang memiliki keterampilan tertentu.
Anas mengatakan pusat latihan cabang olahraga tersebut telah disiapkan di GOR B serta kawasan IKGAI, di seberang Gedung Wanita Bogor.
“Markas dan pusat latihan cabang olahraga ini telah disiapkan di GOR B serta kawasan IKGAI. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan konkret bagi pemuda Kota Bogor untuk bersaing dan berkarier di tingkat internasional,” pungkasnya.
Rangkaian program tersebut menunjukkan upaya Dispora untuk memperluas pendekatan pembangunan kepemudaan, tidak hanya melalui kegiatan organisasi dan olahraga, tetapi juga membuka ruang partisipasi dalam pembangunan, literasi finansial, pengembangan kepemimpinan hingga peluang berkarier di luar negeri.(*)

