-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Konser di Tengah Rimbunnya Pohon, Sunset di Kebun Raya Bogor Usung Pesan Pelestarian Lingkungan

    Indate News
    31/08/26, Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T00:22:18Z


    indate.net-BOGOR – Festival musik Sunset di Kebun di Kebun Raya Bogor menghadirkan konsep berbeda dari perhelatan musik pada umumnya. Di tengah ribuan penonton dan deretan musisi ternama, seluruh rangkaian pertunjukan diwajibkan berhenti total tepat pukul 18.00 WIB.


    Aturan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga ritme alami flora dan fauna di kawasan konservasi. Festival yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026), tercatat dihadiri sekitar 10 ribu penonton.


    Mengusung konsep intimate concert, para pengunjung menikmati penampilan musisi secara lesehan dengan beralaskan tikar di bawah rindangnya pepohonan Kebun Raya Bogor. Suasana alam menjadi bagian dari pengalaman konser yang ditawarkan kepada pengunjung.


    Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan kehadiran musisi seperti Raisa, Tulus, hingga Juicy Luicy tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.


    “Ini adalah sebuah cara dari kami, di mana melalui media konser, pengunjung tidak hanya sekadar menikmati musik, tetapi sembari menyerap edukasi lingkungan,” ujar Marga, Sabtu (29/8/2026).


    Menurutnya, pesan pelestarian lingkungan juga diintegrasikan ke dalam berbagai aktivitas selama festival berlangsung. Salah satunya melalui edukasi botani yang diberikan kepada pengunjung.


    Pada edisi kali ini, Hoya dipilih sebagai Plant Hero atau maskot acara. Tanaman tersebut diperkenalkan kepada pengunjung, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari edukasi mengenai kekayaan flora Nusantara.


    Sejumlah spesies Hoya yang dipamerkan di lokasi disebut merupakan hasil persilangan yang dilakukan oleh para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


    Selain edukasi botani, penyelenggara juga menghadirkan Program Lestari yang berfokus pada aspek keberlanjutan. Limbah yang dihasilkan selama kegiatan diklaim dikelola secara mandiri untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan kompos.


    Penyelenggara juga mengerahkan relawan kebersihan untuk membersihkan area festival setelah penonton mulai meninggalkan lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan kawasan rumput dan lingkungan Kebun Raya Bogor setelah acara berakhir.


    Konsep perpaduan antara musik, alam, dan edukasi lingkungan tersebut turut menarik pengunjung dari luar Kota Bogor.


    Salah satunya Tasya, pengunjung yang datang dari Jakarta. Ia mengaku tetap antusias mengikuti festival meski harus menghadapi cuaca panas.


    “Ini experience yang jarang ditemuin. Biasanya kan nonton konser berdiri, ini di alam terbuka dan di tengah banyak pohon. Walaupun panas banget, kita sudah bersiap bawa topi, jaket, dan kacamata. Pokoknya wajib banget ikut tahun depan,” kata Tasya.


    Festival Sunset di Kebun pun tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati musik di ruang terbuka, tetapi juga mencoba menghadirkan pendekatan berbeda dengan menempatkan edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari rangkaian pertunjukan.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini