-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Proyek Trase Batutulis Kembali Disorot, DPRD Minta Pemkot Bertindak Tegas terhadap Kontraktor

    Indate News
    13/07/26, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T07:45:52Z


    indate.net-BOGOR – Kondisi jalan yang dipenuhi ceceran tanah akibat aktivitas proyek pembangunan trase baru Jalan Batutulis kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKB, H. Edi Kholki, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap pihak kontraktor agar dampak proyek tidak merugikan masyarakat.


    Politisi yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) II Bogor Selatan itu menilai pengawasan harus dilakukan secara konsisten, terutama terhadap kendaraan pengangkut material yang masih meninggalkan tanah di badan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.


    "Tugas saya hanya mengingatkan Pemerintah Kota Bogor agar terus berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait kegiatan tersebut agar kontraktor membersihkan truk pengangkut tanah yang mengakibatkan jalan menjadi kotor," ujar Edi Kholki kepada wartawan, Senin (13/7/2026).


    Sorotan tersebut sejalan dengan sikap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang sebelumnya menegaskan akan memberikan teguran kepada kontraktor apabila tidak menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara optimal selama pelaksanaan proyek.


    Menurut Dedie, masih ditemukannya ceceran tanah di sekitar lokasi pembangunan trase baru Batutulis menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan, mengingat kondisi tersebut dapat membahayakan masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor.


    "Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3," tegas Dedie.


    Berdasarkan pantauan di lapangan, sisa material tanah masih terlihat di sejumlah titik meski pihak kontraktor mengaku telah melakukan pembersihan dan penyemprotan air secara rutin mulai dari pintu masuk proyek hingga kawasan Museum Pajajaran atau Bale Ageung.


    Namun, upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya mengatasi persoalan. Permukaan jalan memang menjadi basah setelah disemprot, tetapi sebagian material tanah masih tertinggal sehingga berpotensi meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.


    Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meminta kontraktor lebih memperhatikan material hasil angkutan agar tidak tercecer di ruas jalan yang digunakan masyarakat.


    Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak kontraktor, pembersihan jalan dilakukan setiap sore sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pembersihan tidak dilakukan berulang kali pada siang hari karena dikhawatirkan menimbulkan kemacetan serta genangan air yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.


    "Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP," kata Jenal.


    Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus, memastikan setiap kendaraan yang keluar dari area proyek dibersihkan terlebih dahulu sebelum melintas di jalan umum.


    Ia menyebutkan penyemprotan jalan dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pada pagi, siang, dan menjelang malam, disertai penyapuan untuk meminimalkan sisa material tanah di badan jalan.


    "Kami semprot pagi, siang, sama menjelang magrib, Pak," ujar Dudung.


    Selain penyemprotan, pihaknya juga mengerahkan petugas untuk menyapu jalan menggunakan peralatan yang dipadukan dengan penyemprotan menggunakan mobil tangki air agar kondisi jalan tetap bersih dan aman dilalui masyarakat.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini