-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Porprov Jabar 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi hingga Rp100 Miliar, Kadispora Anas Klaim Kesiapan Capai 90 Persen

    Indate News
    27/07/26, Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T07:52:21Z


    indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Selain mematangkan infrastruktur yang diklaim telah mencapai 90 persen, ajang olahraga terbesar di Jawa Barat itu diproyeksikan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah dengan potensi perputaran uang mencapai Rp90 miliar hingga Rp100 miliar.


    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan estimasi tersebut didasarkan pada proyeksi jumlah atlet, ofisial, suporter, serta pengunjung yang akan datang ke Kota Bogor selama pelaksanaan Porprov.


    Menurut Anas, kesiapan Kota Bogor juga telah ditinjau langsung oleh Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat bersama KONI Jawa Barat dan Dispora Jawa Barat dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu.


    "Berdasarkan data yang ada, diperkirakan akan ada perputaran uang sekitar Rp90 sampai Rp100 miliar selama Porprov berlangsung. Sementara anggaran yang dialokasikan Pemkot Bogor untuk kepanitiaan sekitar Rp60 miliar," kata Anas, Minggu (26/7/2026).


    Ia menjelaskan, sedikitnya 7.000 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan ofisial diperkirakan hadir selama Porprov berlangsung. Jumlah tersebut diprediksi meningkat hingga tiga kali lipat dengan kedatangan suporter, keluarga atlet, dan masyarakat.


    "Estimasi kami, jumlah suporter atau warga yang datang bisa mencapai 18.000 hingga 21.000 orang di Bogor. Ini menjadi potensi ekonomi yang sangat besar," ujarnya.


    Untuk mengoptimalkan dampak ekonomi, Pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor. Sekitar 40 hotel ditargetkan terlibat dalam penyediaan akomodasi bagi kontingen.


    Selain memberikan tarif khusus bagi peserta, hotel-hotel tersebut juga didorong menyediakan ruang bagi lima hingga enam pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kuliner maupun kerajinan tangan.


    "Penyelenggaraan Porprov diharapkan memberikan multiplier effect bagi masyarakat, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas," ungkap Anas.


    Tak hanya sektor perhotelan, Pemkot Bogor juga mendorong keterlibatan pelaku transportasi dan industri hiburan lokal. Hotel disarankan menghadirkan hiburan dari musisi lokal pada akhir pekan serta menyiapkan layanan transportasi bagi kontingen.


    Menurut Anas, setiap hotel diharapkan menyediakan dua kendaraan untuk kebutuhan antar-jemput kontingen. Kendaraan tersebut diupayakan berasal dari penyedia jasa rental lokal dan didampingi Liaison Officer (LO) yang berasal dari kalangan pemuda maupun organisasi kepemudaan.


    Para LO nantinya akan dibekali buku panduan yang memuat informasi mengenai lokasi pertandingan, fasilitas kesehatan, kantor kepolisian, hingga rekomendasi destinasi wisata, kuliner, dan pusat perbelanjaan di Kota Bogor.


    "Harapannya, uang saku maupun honor yang dibawa kontingen dapat dibelanjakan di Kota Bogor sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal," tuturnya.


    Dalam mendukung identitas Porprov, Pemkot Bogor juga akan mengangkat ikon Rusa Bogor sebagai maskot resmi. Panitia berencana menyediakan sekitar 5.000 boneka maskot yang akan diberikan kepada para peraih medali saat upacara penghormatan pemenang.


    Sementara itu, produksi merchandise seperti kaus maupun cendera mata tetap dibuka bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.


    Dari sisi kesiapan venue, Anas memastikan sebagian besar fasilitas pertandingan telah siap digunakan dengan tingkat kesiapan mencapai 90 persen. Pemkot Bogor juga telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Analisis Biaya (SAB) yang melibatkan 13 bidang kepanitiaan.


    Terkait renovasi Stadion Pajajaran, ia memastikan pekerjaan konstruksi utama akan rampung sebelum pelaksanaan Porprov sehingga tidak mengganggu jalannya pertandingan.


    "Pada saat pelaksanaan nanti sudah tidak ada aktivitas alat berat maupun kebisingan. Stadion Pajajaran akan digunakan untuk cabang olahraga marching band, panahan, dan petanque, sementara penonton diarahkan ke tribun timur," jelasnya.


    Ia menambahkan, pembangunan tribun stadion saat ini masih memasuki tahap kedua dengan nilai kontrak sekitar Rp28,9 miliar. Tahap ketiga yang bernilai sekitar Rp48 miliar akan dilanjutkan setelah Porprov sehingga tribun baru belum akan difungsikan pada ajang tersebut.


    Untuk cabang olahraga arung jeram, lintasan dinyatakan siap digunakan. Saat ini panitia masih menyelesaikan penambahan fasilitas keamanan berupa pos pengawasan dan jaring pengaman di sepanjang jalur sungai.


    "Seluruh jadwal persiapan, mulai dari proses loading peralatan, pertandingan hingga outloading untuk setiap cabang olahraga sudah disusun. Kota Bogor siap menjadi tuan rumah yang sukses penyelenggaraan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," pungkas Anas.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini