indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan kesiapannya menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Selain memastikan kesiapan penyelenggaraan, ajang olahraga terbesar di Jawa Barat itu juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usai menghadiri CDM Meeting II yang membahas kesiapan penyelenggaraan Porprov Jabar 2026 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).
Menurut Jenal, pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi sekaligus komitmen bersama seluruh daerah tuan rumah untuk memastikan pelaksanaan Porprov berjalan optimal.
"CDM Meeting II ini pada intinya membangun komitmen bersama agar setiap daerah tuan rumah memiliki kapasitas dan kesiapan yang memadai sehingga sekitar 17 ribu atlet yang akan mengikuti Porprov dapat terlayani dengan baik," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Bogor akan menjadi lokasi pertandingan untuk 28 cabang olahraga yang tersebar di tujuh venue. Kondisi tersebut dinilai akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, manfaat penyelenggaraan Porprov tidak hanya dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga sektor jasa seperti penyewaan kendaraan, kuliner, hingga industri perhotelan.
"Kami melihat dampak positifnya tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga pemilik rental kendaraan dan berbagai sektor usaha lainnya. Bahkan sejumlah hotel sudah mulai menerima pemesanan dari kontingen berbagai daerah," kata Jenal.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan survei dan inspeksi ke sejumlah venue pertandingan. Karena itu, Kota Bogor berkomitmen memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta.
"Kota Bogor harus siap memberikan prasarana terbaik karena kita akan menerima atlet dari seluruh Jawa Barat. Ini merupakan agenda besar yang harus disukseskan bersama," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Herry Antasari, mengapresiasi kesiapan Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi sebagai tuan rumah utama Porprov Jabar 2026.
Menurut Herry, seluruh daerah tetap menunjukkan komitmen tinggi meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.
"Sejauh ini persiapannya sangat baik. Tantangan efisiensi anggaran dialami semua daerah, sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas penyelenggaraan," ujarnya.
Herry menegaskan, Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian penting dari pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia mengatakan, Jawa Barat memiliki target mempertahankan prestasi pada PON mendatang, sehingga pembinaan atlet melalui Porprov harus berjalan maksimal.
"Porprov menjadi fondasi pembinaan atlet. Kami memiliki tanggung jawab menjaga keberhasilan penyelenggaraan sekaligus mempertahankan prestasi Jawa Barat pada PON," katanya.
Lebih lanjut, Herry menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan konsep baru dalam penyelenggaraan Porprov dengan melibatkan lebih banyak daerah sebagai tuan rumah. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari pembangunan infrastruktur yang berpotensi tidak termanfaatkan setelah ajang berakhir.
Menurutnya, konsep itu merupakan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar penyelenggaraan dibuat lebih efisien, sederhana, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata.
"Seremonial dikurangi dan penyelenggaraan disebarkan ke berbagai daerah agar dampak ekonominya dapat dirasakan lebih luas," jelasnya.
Porprov Jawa Barat 2026 akan melibatkan 18 kabupaten dan kota. Tiga daerah ditetapkan sebagai tuan rumah utama, yakni Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi. Sementara Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang berperan sebagai tuan rumah pendamping, dengan dukungan 12 kabupaten dan kota lainnya.
Herry menyebut jumlah peserta Porprov 2026 diperkirakan mencapai sekitar 17 ribu atlet, jauh lebih banyak dibandingkan peserta PON. Dengan jumlah tersebut, ia optimistis penyelenggaraan Porprov akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah tuan rumah.
"Jumlah peserta Porprov mencapai sekitar 17 ribu atlet. Dampak ekonominya diperkirakan setara bahkan lebih besar dibandingkan penyelenggaraan PON, sehingga investasi daerah melalui APBD diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang kembali kepada masyarakat," pungkasnya.(*)


