indate.net-BOGOR – Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terus memperkuat pelayanan publik melalui berbagai inovasi. Salah satu terobosan terbaru yang tengah dipersiapkan adalah layanan hotline aspirasi berbasis WhatsApp bertajuk Sahabat Bosel.
Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat menyampaikan aduan, keluhan, maupun aspirasi secara cepat, akurat, dan terukur sekaligus mempercepat tindak lanjut di tingkat kewilayahan.
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, mengatakan Sahabat Bosel merupakan akronim dari Smart, Adaptif, Harmonis, Aman, Berdaya, Amanah, dan Tangguh. Menurutnya, layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi konsep Smart City Kota Bogor hingga menyentuh pelayanan di tingkat kecamatan.
"Program ini dirancang sebagai wadah yang menjembatani inovasi Smart City Kota Bogor agar dapat langsung dirasakan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor," kata Harry, Kamis (23/7/2026).
Harry menjelaskan, kehadiran hotline tersebut diharapkan mengubah pola pelayanan publik dari sistem pengaduan pasif menjadi pelayanan yang lebih responsif. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum diteruskan kepada petugas terkait untuk ditindaklanjuti.
"Target kami adalah menghadirkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan terukur sehingga masyarakat lebih mudah menyampaikan persoalan yang dihadapi," ujarnya.
Dalam mekanismenya, warga cukup memindai barcode atau menghubungi nomor WhatsApp 0819-9553-9375. Setelah mengirim pesan, pelapor akan diarahkan mengisi formulir sebagai bagian dari proses administrasi.
Laporan yang diterima kemudian diverifikasi sebelum ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan. Sebagai bentuk transparansi, hasil penanganan akan disampaikan kembali kepada pelapor disertai dokumentasi kondisi sebelum dan sesudah penanganan.
Meski demikian, Harry menyebut layanan tersebut masih dalam tahap persiapan dan akan diumumkan secara resmi setelah siap dioperasikan.
Selain menghadirkan inovasi pelayanan publik, Kecamatan Bogor Selatan juga terus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas, terutama di bidang pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
Dengan wilayah seluas sekitar 3.000 hektare dan jumlah penduduk sekitar 225 ribu jiwa, Bogor Selatan masih menghadapi tantangan pada sektor infrastruktur. Menurut Harry, berdasarkan pembahasan LKPJ 2025 bersama DPRD Kota Bogor, sekitar 40 persen anggaran Dinas PUPR untuk pembangunan sarana dan prasarana diarahkan ke wilayah Bogor Selatan.
Di sektor pendidikan, pihaknya juga mendukung upaya menekan angka anak putus sekolah melalui kolaborasi bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pada momentum Hari Jadi Bogor (HJB), pemerintah kecamatan bersama seluruh kelurahan berhasil mendata dan mengarahkan sekitar 350 anak putus sekolah untuk kembali mengikuti pendidikan melalui 12 PKBM yang tersebar di wilayah Bogor Selatan.
"Ini merupakan ikhtiar bersama agar anak-anak yang sempat putus sekolah kembali memperoleh hak pendidikan," ujar Harry.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bogor juga mendukung berbagai program pendidikan lainnya, termasuk rencana pembangunan SMA Negeri 12 di kawasan Kertamaya serta Program Sekolah Rakyat yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 peserta didik dari jenjang SD hingga SMA.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Harry menilai pembangunan Bogor In Ring Road menjadi salah satu proyek strategis yang akan memperkuat konektivitas kawasan selatan Kota Bogor. Dari kebutuhan lahan sekitar 11 hektare, sekitar 7 hektare saat ini telah memasuki proses hibah maupun penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum dari pengembang kepada Pemerintah Kota Bogor.
Harry berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin guna mendukung percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pelayanan publik di Kecamatan Bogor Selatan.(*)


