-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dinkes Kota Bogor Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Wartawan, Perkuat Sinergi dengan PWI dan Dorong Gaya Hidup Sehat

    Indate News
    10/07/26, Juli 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T10:31:37Z


    indate.net-BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para wartawan yang bertugas di Kota Bogor. Kegiatan tersebut berlangsung dalam agenda Jumat Sehat di Markas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat (10/7/2026).


    Program ini menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bogor terhadap kesehatan insan pers yang setiap hari menjalankan tugas dengan mobilitas tinggi dan ritme kerja yang padat. Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes juga menyerahkan bantuan tabung oksigen untuk mendukung operasional ambulans gratis milik PWI Kota Bogor.


    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan wartawan merupakan salah satu profesi yang rentan mengalami kelelahan karena harus bekerja tanpa mengenal waktu. Oleh sebab itu, kondisi kesehatan para jurnalis perlu mendapat perhatian agar tetap mampu menjalankan tugas memberikan informasi kepada masyarakat.


    "Ritme kerja teman-teman wartawan luar biasa, sehingga kesehatannya harus tetap terjaga. Hari ini kami memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis dan, insyaallah, kegiatan seperti ini akan kami laksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali," ujar Erna.


    Menurutnya, kesehatan merupakan investasi penting bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pekerja media yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.


    Pada kesempatan tersebut, Dinkes Kota Bogor juga menyerahkan bantuan tabung oksigen kepada PWI Kota Bogor sebagai bentuk dukungan terhadap layanan ambulans gratis yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.


    Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara organisasinya dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap kesehatan wartawan merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.


    "Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran. Kolaborasi ini sangat berarti bagi kami. Selain pemeriksaan kesehatan untuk rekan-rekan wartawan, bantuan tabung oksigen yang diberikan hari ini akan semakin memperkuat layanan ambulans gratis PWI bagi masyarakat Kota Bogor," kata Herman.


    Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan insan pers, tetapi juga masyarakat luas melalui berbagai program pelayanan kesehatan dan sosial.


    Dalam kesempatan yang sama, Erna memaparkan perkembangan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Kota Bogor. Ia menyebut capaian program tersebut saat ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.


    Sepanjang 2025, program CKG berhasil menjangkau hampir 530 ribu penduduk atau sekitar 49 persen dari total sasaran, melampaui target awal sebesar 36 persen.


    Sementara pada 2026, Pemerintah Kota Bogor menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan mencapai 46 persen. Hingga awal Juli 2026, realisasi program telah mencapai 39 persen, sehingga optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.


    "Untuk tahun 2026 target kita 46 persen dan saat ini sudah mencapai 39 persen. Program ini terus kami dorong menjangkau masyarakat, komunitas, hingga berbagai instansi agar semakin banyak warga mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini," jelas Erna.


    Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan Dinkes Kota Bogor, penyakit tidak menular masih menjadi persoalan utama yang ditemukan di masyarakat.


    Tiga penyakit dengan jumlah kasus terbanyak adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Menurut Erna, sekitar 90 persen penyebab penyakit tersebut berkaitan dengan pola hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta kebiasaan merokok.


    Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.


    Selain penyakit tidak menular, Dinkes Kota Bogor juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem serta meningkatnya debu akibat aktivitas pembangunan di sejumlah wilayah.


    Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga heat stroke.


    Erna mengimbau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari. Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker ketika mengalami batuk atau flu guna mencegah penularan penyakit kepada orang lain.


    Untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, Dinkes Kota Bogor terus mengoptimalkan layanan Puskesmas 24 Jam yang kini telah beroperasi di enam wilayah, yaitu Puskesmas Bogor Tengah, Bogor Timur, Tanah Sareal, Pasir Mulya, Cipaku, serta satu puskesmas lainnya yang sedang dalam tahap persiapan.


    Menurut Erna, keberadaan layanan tersebut bertujuan mendekatkan akses pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi kasus false emergency di rumah sakit.


    "Layanan Puskesmas 24 jam ini hadir agar masyarakat tetap memperoleh pemeriksaan awal oleh dokter ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di luar jam operasional. Dengan demikian, warga tidak perlu khawatir tertolak di rumah sakit ataupun harus menanggung biaya mandiri akibat kondisi yang masuk kategori false emergency," pungkasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini