indate.net-BOGOR – Polemik internal di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor kian memanas setelah Ketua KONI Kabupaten Bogor, Dedi Bachtiar, tidak memenuhi panggilan dari KONI Jawa Barat terkait munculnya surat mosi tidak percaya dari puluhan cabang olahraga (cabor).
Wakil Ketua I KONI Jawa Barat, Andrian Tejakusuma, mengatakan pihaknya akan segera melayangkan panggilan kedua kepada yang bersangkutan. Ketidakhadiran pada pemanggilan pertama menjadi perhatian serius bagi pengurus tingkat provinsi.
“Yang bersangkutan tidak hadir pada pemanggilan pertama. Kami akan kembali menjadwalkan pemanggilan lanjutan,” ujar Andrian, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme pemanggilan akan dilakukan maksimal tiga kali, sesuai dengan ketentuan organisasi. Panggilan kedua dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/4/2026), dan akan menjadi bagian dari upaya klarifikasi atas situasi yang berkembang.
Jika hingga batas pemanggilan ketiga Dedi Bachtiar tetap tidak memenuhi undangan, KONI Jabar memastikan akan mengambil langkah lanjutan dengan turun langsung ke Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan untuk memverifikasi kebenaran mosi tidak percaya yang diajukan sejumlah cabor.
“Kami akan melakukan pengecekan langsung kepada anggota KONI Kabupaten Bogor untuk memastikan validitas surat tersebut,” jelasnya.
Menurut Andrian, apabila hasil verifikasi menunjukkan bahwa mosi tidak percaya benar berasal dari anggota yang sah, maka KONI Jabar akan mengambil tindakan sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penunjukan karateker atau pelaksana tugas sementara.
“Jika terbukti, kami akan menempuh langkah organisasi, termasuk kemungkinan penunjukan karateker,” tegasnya.
Dinamika ini mencerminkan adanya persoalan serius di internal KONI Kabupaten Bogor. KONI Jabar menilai, klarifikasi dari pimpinan daerah sangat diperlukan guna menjaga stabilitas organisasi serta keberlangsungan pembinaan olahraga di wilayah tersebut.(*)

.jpeg)
