-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Perang Iran–Israel Memanas, Warga Bener Meriah Panik Serbu SPBU

    Indate News
    06/03/26, Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T22:39:32Z


    indate.net-Bener Meriah – Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai terasa hingga ke daerah. Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, warga berbondong-bondong mendatangi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.


    Lonjakan pembelian tersebut terjadi setelah muncul kekhawatiran terkait pasokan energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.


    Sejak Rabu (4/3/2026) pagi, antrean kendaraan terlihat memadati beberapa SPBU di wilayah tersebut. Antrean panjang terjadi di SPBU Simpang Teritit, SPBU Pante Raya di Kecamatan Bukit, hingga SPBU Pondok Baru di Kecamatan Bandar. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga ke badan jalan.


    Tidak hanya di SPBU, warga juga terlihat mendatangi Pertashop, Pertamini, hingga kios penjual BBM eceran. Sejumlah warga bahkan membawa jeriken berbagai ukuran untuk membeli bahan bakar cadangan.


    Salah seorang warga Kecamatan Bukit, Jauhara, mengatakan masyarakat mulai berdatangan sejak pagi untuk mengisi bahan bakar.


    “Iya, sejak pagi warga sudah banyak yang datang ke SPBU, Pertashop, sampai pertamini untuk beli BBM,” ujarnya.


    Ia mengaku harus mengantre lebih dari satu jam untuk mengisi bahan bakar jenis Pertamax. Karena antrean di SPBU cukup padat, ia akhirnya memilih mengisi di Pertashop yang antreannya relatif lebih singkat.


    Hal serupa disampaikan warga lainnya, Junaidi. Ia mengaku sengaja membeli BBM lebih banyak dari biasanya karena khawatir terjadi kelangkaan.


    Menurutnya, pengalaman saat bencana hidrometeorologi yang terjadi tahun lalu masih membekas di ingatan warga. Saat itu, akses jalan menuju wilayah Bener Meriah sempat terputus sehingga distribusi BBM terganggu.


    “Waktu itu seminggu setelah bencana, mencari BBM sangat sulit. Kami sampai harus membawa jeriken puluhan liter berjalan lebih dari lima kilometer,” kata Junaidi.


    Pengalaman tersebut membuat sebagian warga memilih menyimpan persediaan BBM lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan.


    Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak terkait mengenai lonjakan pembelian BBM di wilayah Bener Meriah maupun langkah yang akan diambil untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini