indate.net-BOGOR- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini, melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (20/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat mencuat, mulai dari kebutuhan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga persoalan pendidikan.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian utama ialah rencana pembangunan SMA Negeri baru di wilayah Kelurahan Tanah Baru. Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor memiliki lahan aset seluas kurang lebih 3.000 meter persegi di RW 07, Kampung Sawah, yang dinilai sangat potensial untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Kami berharap ada penambahan SMA Negeri oleh pemerintah provinsi. Di Kelurahan Tanah Baru tersedia lahan aset Pemkot yang cukup luas, lebih dari 3.000 meter persegi,” ujar Riki.
Menurutnya, usulan pembangunan SMA Negeri sebenarnya telah diajukan Pemerintah Kota Bogor sejak 2025. Namun hingga kini, realisasi pembangunan di wilayah Bogor Utara belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Riki menjelaskan, dari sejumlah lokasi yang diusulkan sebelumnya, seperti wilayah Kayumanis dan Bogor Selatan, baru kawasan Kayumanis yang masuk dalam progres pembangunan pada tahun anggaran 2026. Karena itu, pihak kecamatan kembali mengajukan lokasi Tanah Baru agar dapat diprioritaskan pada tahun mendatang.
“Kami mengusulkan kembali agar mudah-mudahan pada 2027 atau 2028 sudah bisa mulai diintervensi pembangunan fisiknya oleh provinsi,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran anggota DPRD Jawa Barat, khususnya dari Komisi V yang membidangi Kesejahteraan Rakyat, dapat menjadi penghubung efektif antara aspirasi warga dan kebijakan pemerintah provinsi, terutama dalam pemenuhan fasilitas pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Fetty Anggraenidini menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Bogor Utara. Ia menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu prioritas yang perlu diperjuangkan di tingkat provinsi.
“Sebagai perwakilan rakyat, sudah menjadi kewajiban kami untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya di Kota Bogor,” katanya.
Fetty menambahkan, Komisi V DPRD Jawa Barat akan mendorong komunikasi intensif dengan pihak eksekutif provinsi agar rencana pembangunan SMA Negeri di Tanah Baru dapat masuk dalam kebijakan strategis daerah.
Ia berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Kami akan memfasilitasi dan memastikan keluhan serta harapan warga didengar, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)


