indate.net-KOTA BOGOR – Upaya membantu pasangan suami istri yang mengalami gangguan kesuburan kini mendapat angin segar. Rumah Sakit Nuraida resmi meluncurkan Nuraida IVF Center, layanan teknologi reproduksi berbantu atau bayi tabung pertama di Kota Bogor, Selasa (10/2/2026).
Fasilitas ini dihadirkan sebagai alternatif layanan medis bagi pasutri yang selama ini harus mencari penanganan infertilitas ke luar daerah. Tak hanya program bayi tabung, pusat layanan tersebut juga menyediakan preservasi kesuburan, sebuah metode penyimpanan sel reproduksi dengan teknologi pembekuan.
Dokter spesialis fertilitas Nuraida IVF Center, dr. Syamsu Rijal, menjelaskan bahwa layanan yang disediakan telah menggunakan teknologi terkini. Menurutnya, preservasi kesuburan menjadi solusi penting, terutama bagi perempuan yang ingin menunda kehamilan maupun pasien dengan kondisi medis tertentu.
“Selain bayi tabung, kami membuka layanan penyimpanan sel telur. Ini penting karena kualitas sel telur akan menurun seiring bertambahnya usia, khususnya setelah 35 tahun,” kata dr. Syamsu.
Ia menambahkan, metode tersebut juga ditujukan bagi perempuan yang harus menjalani terapi kanker seperti kemoterapi atau radiasi. Prosedur medis tersebut berpotensi merusak sel telur, sehingga penyimpanan sebelum pengobatan dapat menjaga peluang kehamilan di masa depan.
“Sel telur yang dibekukan masih bisa digunakan setelah pasien dinyatakan sembuh,” ujarnya.
Dalam layanan bayi tabung, RS Nuraida menawarkan dua pilihan paket. IVF Standard Package dipatok Rp65 juta, mencakup pengambilan sel telur, proses laboratorium embriologi, transfer embrio, obat stimulasi, serta obat pascatindakan. Paket ini menggunakan dosis obat hingga 1.800 IU, namun belum termasuk pemeriksaan laboratorium, konsultasi, dan USG fertilitas.
Sementara IVF Complete Package dibanderol Rp79 juta dengan fasilitas lebih menyeluruh. Paket ini mencakup konsultasi dan USG fertilitas hingga lima kali, pemeriksaan laboratorium pasangan, pembekuan embrio dan sperma, serta penyimpanan gratis selama tiga bulan. Dosis obat hingga 3.000 IU sudah termasuk dalam layanan tersebut.
Direktur Utama PT Nuraida, dr. Lukman Hakim Muchsin, menyampaikan bahwa pendirian IVF Center dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya layanan bayi tabung di wilayah Bogor dan sekitarnya, termasuk Cianjur dan Sukabumi, sementara angka infertilitas terus meningkat.
“Jika sebelumnya di kisaran 12 hingga 15 persen, kini angkanya sudah mencapai sekitar 17,5 persen,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua kasus ketidaksuburan memerlukan tindakan bayi tabung. Namun, pada kondisi tertentu seperti kerusakan saluran tuba atau kualitas sperma yang rendah, teknologi IVF menjadi pilihan medis yang efektif.
Terkait legalitas, dr. Lukman memastikan seluruh layanan telah mengantongi izin operasional setelah melalui proses verifikasi ketat oleh Kementerian Kesehatan, Perhimpunan Fertilitas In Vitro Indonesia (PERFITRI), serta asosiasi embriolog.
“Perizinan baru terbit setelah semua persyaratan dipenuhi. Saat ini sudah ada pasien yang mulai menjalani persiapan program,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan bayi tabung di Nuraida IVF Center hanya diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang sah, sesuai dengan ketentuan hukum, etika medis, dan nilai keagamaan yang berlaku.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut memberikan apresiasi atas kehadiran fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan pusat bayi tabung di Bogor menjadi kemajuan signifikan dalam layanan kesehatan.
“Warga Bogor kini tidak perlu lagi mencari layanan ke luar negeri. Selain membantu masalah infertilitas, teknologi ini juga bermanfaat untuk preservasi sel reproduksi bagi pasien dengan kebutuhan medis khusus,” ujar Dedie.
Ia berharap Nuraida IVF Center tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga mendorong berkembangnya pariwisata medis yang berdampak positif bagi perekonomian Kota Bogor.(JM)


