indate.net-BOGOR-Pemerintah Kota Bogor kembali memperkuat sektor pendidikan melalui peresmian Gedung SD Negeri Cimahpar 5 di Jalan Guri Muchtar, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Peresmian dilakukan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Senin (9/2/2026), menandai rampungnya revitalisasi sekolah yang didanai pemerintah pusat.
Pembangunan kembali fasilitas sekolah tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dengan nilai mencapai Rp2,6 miliar. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan dasar di wilayah perkotaan.
Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa SDN Cimahpar 5 sempat menjadi perhatian nasional saat Presiden Republik Indonesia meninjau langsung kondisi sekolah tersebut beberapa waktu lalu. Hasil kunjungan itu kemudian ditindaklanjuti dengan alokasi anggaran revitalisasi.
“Revitalisasi ini akhirnya bisa diselesaikan dan hari ini resmi dimanfaatkan. Dana APBN sebesar Rp2,6 miliar telah direalisasikan untuk memperbaiki fasilitas sekolah agar lebih layak,” kata Jenal kepada awak media.
Revitalisasi mencakup pembangunan lima ruang kelas baru, pembenahan lima ruang kelas lama, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti toilet, ruang komputer, perpustakaan, dan ruang guru. Selain itu, sekolah juga memperoleh kelengkapan meubelair, meski belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan.
Menurut Jenal, Pemerintah Kota Bogor siap menambah fasilitas melalui APBD apabila masih terdapat kekurangan. Ia berharap lingkungan belajar yang lebih nyaman dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan bagi para siswa.
“Kami ingin anak-anak belajar dengan aman dan nyaman. Sarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil pembelajaran,” ujarnya.
Jenal menambahkan, sepanjang 2025 terdapat sekitar 15 sekolah di Kota Bogor yang menerima bantuan revitalisasi dari APBN. Pemkot Bogor pun berharap dukungan serupa terus berlanjut pada 2026, khususnya bagi sekolah dasar di wilayah perbatasan kota dan kabupaten.
Ia juga menegaskan komitmen daerah terhadap sektor pendidikan, dengan alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Kota Bogor yang telah mencapai sekitar 24 persen, melampaui ketentuan minimal nasional sebesar 20 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya bersumber dari APBN, tetapi juga dari APBD. Melalui anggaran daerah, Pemkot Bogor telah merenovasi sekitar 92 sekolah dengan tingkat perbaikan bervariasi.
“Jika ditambah dengan 15 sekolah yang dibiayai APBN, total sekolah yang telah direvitalisasi mencapai 107 sekolah, atau hampir separuh dari jumlah SD dan SMP negeri di Kota Bogor,” ujar Herry.
Ia menyebutkan, pihaknya kembali mengajukan program rehabilitasi fisik (refit) kepada pemerintah pusat sejak Desember tahun lalu. Skema tersebut kini diselaraskan dengan perencanaan pembangunan daerah.
“Tahun lalu anggaran dari pusat lebih dari Rp12 miliar untuk 15 sekolah, terdiri dari SD, SMP, dan TK. Untuk tahun ini, kami masih menunggu kepastian pada semester pertama,” jelasnya.
Herry menambahkan, masih terdapat puluhan sekolah di Kota Bogor yang memerlukan perbaikan, baik sekolah negeri maupun swasta, yang berpeluang mendapatkan dukungan melalui program rehabilitasi pemerintah pusat.(JM


