indate.net-Bogor –Bogor – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor mengawali tahun 2026 dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur strategis serta peningkatan respons terhadap aduan masyarakat. Sejumlah proyek prioritas telah disiapkan untuk mendukung konektivitas, keselamatan pengguna jalan, dan penataan kota yang berkelanjutan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi fase penting dalam melanjutkan pembangunan yang telah dirancang sebelumnya, sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Di awal 2026, kami memprioritaskan pelaksanaan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas warga. Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan lapangan serta perencanaan teknis yang matang,” ujar Juniarti.
Salah satu fokus utama Dinas PUPR adalah pelaksanaan 10 proyek strategis Kota Bogor. Di antaranya, lanjutan pembangunan Jalan R3 dengan alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar, yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Selain itu, pembangunan dan penataan trotoar di sejumlah ruas jalan juga menjadi perhatian, guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor, Agus Sobari, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan jalan baru, tetapi juga pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan eksisting.
“Kami secara rutin melakukan pemantauan kondisi jalan dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Pemeliharaan jalan menjadi prioritas agar infrastruktur yang sudah ada tetap berfungsi optimal dan aman digunakan,” kata Agus Sobari.
Agus menambahkan, aduan masyarakat yang masuk melalui kanal resmi pemerintah menjadi salah satu dasar penentuan skala prioritas pemeliharaan kebinamargaan, terutama pada ruas jalan yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi.
Selain sektor jalan, Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan tahap awal Pusat Pemerintahan Kota Bogor di Kelurahan Katulampa yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Tahap awal pembangunan mencakup pematangan lahan serta penyediaan fasilitas pendukung awal, seperti lapangan sepak bola, sebagai bagian dari pengembangan kawasan terpadu pemerintahan.
Di wilayah selatan Kota Bogor, Dinas PUPR juga menargetkan dimulainya pembangunan trase baru Batutulis pada Maret 2026, setelah proses lelang rampung. Trase ini disiapkan sebagai akses alternatif menyusul permasalahan retakan di Jalan Saleh Danasasmita.
“Trase baru Batutulis menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kelancaran dan keamanan akses, sekaligus meminimalkan risiko gangguan lalu lintas di jalur lama,” jelas Juniarti.
Di sisi perencanaan dan tata ruang, Dinas PUPR Kota Bogor turut aktif dalam publikasi dokumen resmi, seperti Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang dapat diakses masyarakat sebagai bentuk transparansi. Selain itu, Dinas PUPR berkontribusi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 dengan visi “Kota Sains Kreatif yang Berkelanjutan.”
Pemerintah Kota Bogor juga menargetkan penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk tiga Wilayah Perencanaan (WP) pada tahun 2026, guna mempercepat proses perizinan dan mendorong iklim investasi yang lebih kondusif.
Dengan berbagai agenda tersebut, Dinas PUPR Kota Bogor berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya meningkatkan kualitas fisik kota, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembangunan yang terencana, berkelanjutan, serta responsif terhadap kebutuhan warga Kota Bogor,” tutup Juniarti Estiningsih.(JM)

.jpeg)
