indate.net-BOGOR – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor semakin menunjukkan progres nyata. Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Gerindra, Said Muhamad Mohan, menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Sosial (Kemensos) yang telah meninjau langsung aset lahan milik Pemerintah Kota Bogor di kawasan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, sebagai calon lokasi pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Menurut Mohan, kehadiran jajaran Kemensos ke lokasi menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah pusat dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat di Kota Bogor. Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Kemensos ke Kota Bogor. Ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar dipersiapkan. Harapannya, pembangunan dapat dimulai tahun ini dan manfaatnya sudah bisa dirasakan masyarakat pada 2027,” ujar Mohan.
Ia juga menilai upaya Pemerintah Kota Bogor dalam menyiapkan lahan patut diapresiasi, mengingat keterbatasan ketersediaan lahan di wilayah tersebut. Aset Pemkot seluas lebih dari lima hektare di Rancamaya akhirnya diputuskan sebagai lokasi yang dinilai paling representatif untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Di tengah keterbatasan lahan di Kota Bogor, pemerintah daerah telah bekerja keras hingga menetapkan Rancamaya sebagai lokasi pembangunan. Lahannya cukup luas dan strategis untuk menunjang konsep sekolah berasrama,” tambahnya.
Untuk memastikan program ini berjalan optimal, Mohan menegaskan pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat serta DPR RI agar koordinasi lintas lembaga dengan kementerian terkait dapat berjalan efektif.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan pada Selasa (20/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, tim Kemensos mengevaluasi kesiapan lahan seluas sekitar lima hektare yang akan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan fasilitas penunjang.
Robben menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pematangan lahan berjalan sesuai rencana, termasuk koordinasi teknis dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menyebut, tahap perencanaan dan kajian lanjutan akan segera dilakukan sebelum proyek masuk tahap lelang.
“Setelah melihat langsung lokasi, kami akan melanjutkan kajian teknis dan menyiapkan perencanaan pembangunan. InsyaAllah, paling lambat bulan Juli sudah masuk proses lelang, bahkan pekerjaan awal bisa dimulai lebih cepat,” kata Robben.
Ia menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor rampung pada 2027 dan dapat menampung sedikitnya 1.000 hingga 1.080 siswa. Sekolah ini dirancang dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama, yang menyediakan fasilitas lengkap seperti ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, hingga asrama bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Sekolah ini akan menjadi pusat pembinaan karakter sekaligus pengembangan keterampilan siswa. Seluruh aktivitas kehidupan sekolah berlangsung selama 24 jam di dalam lingkungan sekolah,” jelasnya.
Selain pembentukan karakter seperti kedisiplinan, nilai kebangsaan, dan keagamaan, siswa juga akan dibekali keterampilan bersertifikasi yang terintegrasi dalam kurikulum Sekolah Rakyat.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kunjungan hari ini memberikan kejelasan teknis terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor. Alhamdulillah, sudah ada solusi yang dibahas bersama dinas terkait,” ujarnya.
Dengan terealisasinya Sekolah Rakyat di Kota Bogor, pemerintah berharap akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari berbagai wilayah, termasuk Kota dan Kabupaten Bogor, dapat semakin terbuka.(*)


