-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dari Musik hingga UMKM, JAZZ HUJAN Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Bogor

    Indate News
    31/01/26, Januari 31, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T11:46:30Z


    indate.net-BOGOR – Kota Bogor resmi memiliki agenda musik baru bertajuk JAZZ HUJAN, sebuah perayaan jazz yang mengusung konsep intimate experience sekaligus menjadi ruang penggerak sektor seni dan ekonomi kreatif. Acara ini diharapkan dapat berkembang sebagai agenda budaya tahunan ikonik di Kota Hujan.


    JAZZ HUJAN digagas oleh Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim bersama Yantie Rachim, dengan tujuan menghadirkan pertunjukan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.


    Berbeda dari konser musik pada umumnya, JAZZ HUJAN dirancang sebagai ruang kebersamaan yang menekankan kedekatan emosional antara musisi dan penonton. Suasana hangat, personal, dan interaktif menjadi ciri utama yang dihadirkan dalam setiap rangkaian acara.


    JAZZ HUJAN bukan hanya tentang pertunjukan musik, tetapi juga bagaimana sebuah acara budaya mampu menjadi pengungkit ekonomi kreatif. Kami ingin musik menjadi ruang bertemunya seniman, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat, sehingga tercipta dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Dedie Abdu Rachim dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).


    Ia berharap, JAZZ HUJAN dapat terus berkembang dan menjadi event tahunan yang dibanggakan masyarakat Bogor, sekaligus memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi kreatif daerah.


    Penyelenggaraan JAZZ HUJAN dikerjakan oleh DF & Co bersama SET Production. Dinna Fajrina dipercaya sebagai Ketua Pelaksana sekaligus Promotor, dengan dukungan Harlan Bengardi sebagai Penasihat acara.


    Dinna Fajrina menjelaskan, konsep intimate experience menjadi ruh utama dalam penyelenggaraan JAZZ HUJAN. Konsep tersebut tidak hanya diwujudkan dari sisi tata panggung, tetapi juga dari keseluruhan pengalaman pengunjung.


    Intimate bukan sekadar soal jarak antara musisi dan penonton. Ini tentang kedekatan emosional—bagaimana penonton merasa nyaman, diterima, dan benar-benar terhubung dengan musik yang disajikan,” kata Dinna.


    Menurutnya, suasana hangat dan personal sengaja diciptakan agar penonton merasakan pengalaman seolah menikmati musik di ruang sendiri. Nilai tersebut diterapkan secara menyeluruh oleh seluruh tim, mulai dari petugas keamanan, usher, hingga Liaison Officer (LO), dalam setiap interaksi dengan pengunjung.


    Sementara itu, Penasihat JAZZ HUJAN Harlan Bengardi menilai karakter Kota Bogor sangat selaras dengan semangat jazz yang mengedepankan kehangatan dan kebersamaan.


    Bogor adalah kota yang guyub, hangat, dan romantis. Nilai-nilai itu sangat dekat dengan ruh jazz,” ujarnya.


    Ia menambahkan, JAZZ HUJAN hadir bukan sekadar sebagai konser musik, melainkan sebagai ruang temu budaya. “Musik menjadi jembatan antara manusia, kota, dan kenangan,” tambah Harlan. Ia optimistis JAZZ HUJAN mampu memperkuat identitas Bogor sebagai kota budaya dan menjadi ruang tumbuh bagi komunitas seni.


    Dalam penyelenggaraannya, JAZZ HUJAN menghadirkan deretan musisi lintas generasi yang merepresentasikan keberagaman jazz dan seni pertunjukan Indonesia. Sejumlah nama yang tampil antara lain Indra Lesmana, Eva Celia, Chandra Darusman, Rafli Pradanto, Camone Sun, Agung Zulhen Trio, INFINTY, Aira, serta Serella Dance.


    Mengawali tahun 2026, JAZZ HUJAN juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk kembali menikmati musik jazz, sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Idang Rasjidi, tokoh penting dalam perjalanan jazz nasional.


    Melalui kolaborasi antara pemerintah kota, promotor, musisi, dan komunitas, JAZZ HUJAN diharapkan dapat tumbuh sebagai tradisi budaya baru yang tidak hanya memperkaya identitas Kota Bogor, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini