-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dapur MBG Sindangrasa Siap Produksi 2.500 Porsi, Fokus Gizi Anak dan Kelompok Rentan

    Indate News
    29/01/26, Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T11:51:59Z


    indate.net-BOGOR – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor kembali diperkuat dengan diperkenalkannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangrasa. Dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Bhakti Garuda Putra ini diproyeksikan memproduksi hingga 2.500 porsi makanan bergizi untuk disalurkan ke sekolah dan kelompok sasaran prioritas di wilayah Kelurahan Sindangrasa.


    Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut kehadiran SPPG Sindangrasa menjadi bagian penting dari perluasan layanan MBG, khususnya di wilayah Bogor Timur. Saat ini, kata dia, sekitar 90 dapur SPPG telah beroperasi di berbagai titik di Kota Bogor.


    “Keberadaan dapur MBG ini diharapkan memberi manfaat luas, bukan hanya bagi penerima makanan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Jenal saat menghadiri kegiatan peresmian SPPG Sindangrasa.


    Menurut Jenal, SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan adanya kuota khusus bagi balita stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui yang perlu diawasi secara berkelanjutan agar manfaat program tepat sasaran.


    Selain aspek manfaat, Jenal juga menyoroti pentingnya pengawasan standar kebersihan dan keamanan pangan. Ia mengungkapkan, dari puluhan dapur SPPG yang ada di Kota Bogor, baru sebagian yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).


    “Koordinasi akan terus dilakukan agar seluruh dapur memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga,” katanya.


    Ia menambahkan, SPPG Sindangrasa saat ini masih berada pada tahap awal pengenalan dan belum beroperasi penuh. Operasional direncanakan dimulai pekan depan setelah seluruh sistem dinyatakan siap dan steril. Seluruh aktivitas dapur juga dipantau melalui sistem pengawasan internal, termasuk pemasangan kamera pemantau di setiap ruangan.


    Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan, menjelaskan bahwa produksi MBG akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan teknis. Tahap awal akan difokuskan pada uji coba sebelum kapasitas produksi ditingkatkan secara bertahap.


    “Distribusi nantinya mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, serta kelompok rentan melalui layanan posyandu di wilayah sekitar,” jelas Iwan.


    Ia menambahkan, penyaluran MBG dijadwalkan mulai berlangsung setelah seluruh persiapan rampung dan dukungan pendanaan tersedia. Dalam pelaksanaannya, dapur SPPG Sindangrasa melibatkan UMKM, koperasi lokal, serta tenaga kerja dari lingkungan sekitar.


    “Sebagian besar tenaga yang terlibat berasal dari warga setempat. Selain itu, pengawasan mutu pangan dilakukan secara ketat dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari puskesmas hingga instansi terkait,” pungkasnya.


    Dengan hadirnya SPPG Sindangrasa, Pemerintah Kota Bogor berharap program MBG dapat berjalan optimal dan berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini