indate.net-BOGOR – Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat Kota Bogor, bersiap menjalani wajah baru. Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memulai rehabilitasi besar-besaran yang mengharuskan penutupan sementara sejumlah venue mulai Agustus 2025 hingga awal 2026.
GOR Pajajaran bukan sekadar deretan
bangunan olahraga. Ia adalah rumah bagi para atlet, komunitas olahraga, hingga
warga yang sekadar ingin berolahraga santai. Di kawasan inilah berbagai
prestasi lahir, mulai dari cabang atletik, renang, hingga bulutangkis. Tak
heran, kabar penutupan sementara membuat sebagian masyarakat sempat
bertanya-tanya.
Namun, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana,
menegaskan langkah ini penting agar fasilitas olahraga bisa meningkat
kualitasnya.
“Kami memahami banyak atlet dan
masyarakat yang rutin beraktivitas di GOR Pajajaran akan terdampak. Tetapi
rehabilitasi ini adalah investasi jangka panjang. Setelah selesai, masyarakat
akan menikmati fasilitas yang lebih nyaman, modern, dan sesuai standar
nasional,” kata Anas, Rabu (27/8/2025).
Penutupan dilakukan bertahap sesuai
jadwal yang sudah ditetapkan. Stadion Pajajaran akan ditutup paling lama, yakni
mulai 21 Agustus 2025 hingga November 2026. Disusul Indoor B (28 Agustus 2025 –
2 Januari 2026), Kolam Renang Mila Kencana (8 September 2025 – 2 Januari 2026),
Indoor A (12 September 2025 – 2 Januari 2026), serta Lapangan Terbuka (18
September 2025 – 2 Januari 2026).
Kawasan yang sehari-hari ramai
dengan suara sorak penonton, derap langkah atlet, hingga cipratan air dari
kolam renang itu, untuk sementara akan lengang. Namun di balik sepi, deru mesin
konstruksi akan menggantikan aktivitas, menandai babak baru wajah olahraga Kota
Bogor.
Dispora Kota Bogor memastikan,
penutupan ini tidak berarti aktivitas olahraga berhenti total. Beberapa venue
alternatif di luar kawasan GOR Pajajaran sudah disiapkan untuk digunakan
sementara waktu.
“Kami akan mengoptimalkan fasilitas
olahraga lain, baik milik pemerintah maupun kerja sama dengan pihak swasta.
Jadi, atlet tetap bisa berlatih, masyarakat tetap bisa berolahraga, meskipun
untuk sementara tidak di GOR Pajajaran,” jelas Anas.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya
akan berkoordinasi dengan berbagai cabang olahraga agar jadwal latihan bisa
tetap berjalan.
Bagi warga Bogor, GOR Pajajaran
bukan sekadar tempat olahraga, tapi juga ruang publik. Banyak keluarga
memanfaatkan kawasan ini untuk jogging, senam bersama, atau sekadar menikmati
suasana. Rehabilitasi membuat aktivitas itu harus sedikit bergeser, tetapi
masyarakat diyakini akan memahami tujuan besar dari proyek ini.
“GOR Pajajaran sudah berdiri puluhan
tahun. Fasilitasnya memang butuh pembaruan agar bisa mengikuti kebutuhan zaman.
Kita ingin generasi muda Bogor punya sarana olahraga yang membanggakan,” tambah
Anas.
Rehabilitasi ini mencakup pembenahan
stadion, fasilitas indoor, kolam renang, hingga lapangan terbuka. Nantinya,
kawasan GOR Pajajaran akan tampil dengan wajah baru, lebih modern, sekaligus
ramah bagi masyarakat umum.
Jika semua berjalan sesuai rencana,
akhir 2026 nanti masyarakat Kota Bogor akan menyambut sebuah pusat olahraga
yang bukan hanya megah, tetapi juga mampu melahirkan atlet berprestasi
sekaligus menjadi ruang rekreasi sehat bagi seluruh warga.(JM