Iklan

Meningkatnya Kasus DBD di Kota Bogor, Dinkes Gercep Lakukan Penanganan

Indate News
22/02/24, Februari 22, 2024 WIB Last Updated 2024-02-22T11:46:31Z


indate.net-BOGOR – Jumlah laporan kasus DBD pada Januari 2024 sebanyak 389 kasus dan Februari tahun 2024 (tanggal 1 sd 20) sebanyak 361 kasus, dengan jumlah kematian pada periode Januari hingga Februari 2024 sebanyak 4 orang. Sedangkan jumlah kasus DBD pada tahun 2021-2023 di Kota Bogor berturut-turut sebanyak 526, 1531, dan 1474 kasus dengan angka kematian berturut-turut sebanyak 7, 9 dan 9 kasus.

Angka penderita tertinggi terdapat pada Tahun 2022 dan angka meninggal dunia tertinggi pada tahun 2022 dan 2023. Jumlah Kasus DBD tahun 2023 lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kasus DBD tahun 2022. Pada Februari 2024, terdapat 5 kelurahan dengan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan yaitu Kelurahan Tanah Sareal sebanyak 13 kasus, Kelurahan Sukadamai sebanyak 12 kasus, Kelurahan Kedung Badak, Kedung Halang dan Baranangsiang dengan jumlah kasus masing-masing sebanyak 11 kasus.

Laporan kasus DBD harian terbanyak pada tanggal 16 Februari 2024 sebanyak 46 kasus. Adapun upaya pengendalian penyakit DBD oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor di antaranya adalah:

  1. Menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan peningkatanKasus DBD pada musim penghujan pada tanggal 20 Januari 2024.
  2. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Nyamuk (PSN) secara mandiri satu minggu sekali.
  3. Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti secara kimiawi dengan melakukan kegiatan Fogging Focus atas indikasi, secara biologis dengan Biolarvasida (Bakteri Pemakan Jentik), dan secara fisika dengan PSN Aedes aegypti.
  4. Meningkatkan kecepatan diagnosis DBD dengan menggunakan NS-1 yang didistribusikan ke Puskesmas.
  5. Penatalaksanaan penderita secara adekuat di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah kematian.
  6. Penguatan sistem surveilans untuk deteksi dini, pencegahan dan pengendalian kasus serta KLB DBD.
  7. Menggerakkan penerapan PSN pada 7 (tujuh) tatanan, meliputi tatanan pemukiman, tempat kerja, tempat pengelolaan makanan, sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat umum dan sarana olahraga.
  8. Mengadakan pertemuan secara virtual dengan kecamatan, kelurahan dan puskesmas dalam merumuskan strategi Penanggulangan Peningkatan Kasus DBD di Kota Bogor pada tanggal 31 Januari 2024
  9. Menfasilitasi pencegahan dan pengendalian DBD dengan
    a. Larvasidasi atau Abate untuk masyarakat Kota Bogor

b. RDT DBD (NS-1) sebagai pemeriksaan DBD lebih dini untuk pasien suspek DBD

c. Insektisida sebagai bahan aktif kegiatan fogging

d. Fogging focus bagi hasil Penyelidikan Epidemiologi DBD Positif

Sementara itu, untuk upaya pengendalian penyakit DBD oleh Masyarakat Kota Bogor antara lain:

Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus di lingkungan.
3M Plus:

  1. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
  3. Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.

Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk:

  1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  2. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  3. Tidur menggunakan kelambu
  4. Memasang kawat kasa di lubang ventilasi
  5. Menggunakan repellent/ lotion anti nyamuk
  6. Tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai
  7. Memasang ovitrap/lavitrap/ mosquito trap
  8. Larvasidasi di tempat yang sulit dikuras/ditutup

Berkenaan adanya peningkatan kasus DBD, maka Pemkot Bogor akan kembali mencanangkan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) oleh Walikota Bogor, Bima Arya yang akan dilakukan serentak di seluruh kelurahan Kota Bogor.(*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Kabupaten Bogor

+