Iklan

Bertambah Lagi! Penderita DBD di Kota Bogor Tembus 750 Kasus

Indate News
22/02/24, Februari 22, 2024 WIB Last Updated 2024-02-22T03:07:30Z


indate.net-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memberikan update terbaru terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kota Bogor. Saat ini, jumlah penderita DBD di Kota Bogor sudah tembus mencapai 750 kasus. Jumlah ini terhitung selama periode Januari hingga Februari 2024. "Untuk kasus pada Januari ada sebanyak 389 kasus, dan untuk peridoe 1-20 Februari ada sebanyak 361 kasus," kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno. 


Menurut dia, jumlah kematian pada periode tersebut mencapai 4 orang. Pada Februari 2024, terdapat 5 kelurahan dengan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan yaitu di Kelurahan Tanah Sareal 13 kasus, Kelurahan Sukadamai 12 kasus, Kelurahan Kedung Badak, Kedung Halang dan Baranangsiang dengan jumlah kasus masing-masing 11 kasus. "Laporan kasus DBD harian terbanyak pada tanggal 16 Februari 2024 sebanyak 46 kasus," ucap Sri Nowo Retno.


Sedangkan, perbandingan jumlah kasus DBD pada 2021-2023 di Kota Bogor berturut-turut sebanyak 526 kasus, 1.531 kasus, dan 1.474 kasus dengan angka kematian sebanyak 7 orang, 9 orang dan 9 orang. "Angka penderita tertinggi terdapat pada Tahun 2022 dan angka meninggal dunia tertinggi pada tahun 2022 dan 2023. Jumlah kasus DBD tahun 2023 lebih rendah dibandingkan jumlah tahun 2022," ungkap Sri Nowo Retno.


Mengantisipasi peningkatan kasus, ditambahkan Kepala Dinkes Kota Bogor, pihaknya Menerbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD pada musim penghujan pada tanggal 20 Januari 2024. 


Meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes Aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melaksanakan kegiatan pemberantasan nyamuk secara mandiri. "Mengadakan pertemuan secara virtual dengan kecamatan, kelurahan dan puskesmas dalam merumuskan strategi Penanggulangan Peningkatan Kasus DBD di Kota Bogor," tandas Sri Nowo Retno.


Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya pada periode Januari 2024 ada sebanyak 389 kejadian. Di mana, dari 389 kejadian warga terjangkit DBD, sebanyak dua orang didapati meninggal dunia. 


Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, saat ini kasus penyebaran DBD harus diwaspadai, mengingat jumlahnya mencapai 389 kasus pada periode Januari 2024. Sedangkan jumlah penderita DBD pada tahun 2021 berjumlah 526 kasus, pada 2022 sebanyak 1.531 kasus, dan 2023 mencapai 1.474 kasus. “Angka kematian berturut-turut sebanyak 7 kasus pada 2021, 9 kasus 2022 dan 9 kasus pada 2023,” kata Sri Nowo Retno baru-baru ini.


Menurut dia, angka kasus penderita DBD tertinggi tercatat terjadi pada medio 2022, sedangkan angka kasus meninggal dunia tertinggi terjadi pada dua tahun berturut-turut yakni 2022 dan 2023. “Kalau melihat data, jumlah kasus DBD tahun 2023 lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kasus DBD tahun 2022,” ucap Sri Nowo Retno.


Dijelaskan dia, terdapat lima kelurahan dengan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan yang terjadi pada Januari 2024, yakni Kelurahan Curug Mekar sebanyak 23 kasus. Kemudian, Kelurahan Baranangsiang sebanyak 17 kasus, Kelurahan Tegal Gundil, Mulyaharja dan Bubulak dengan jumlah kasus masing-masing sebanyak 15 kasus.


“Sedangkan jumlah kasus DBD bulan Februari pada 1-6 Februari sebanyak 92 kasus. Laporan kasus DBD terbanyak pada tanggal 3 Februari 2024 sebanyak 26 kasus, dengan dua kasus kematian pada awal tahun,” ungkap dia.(*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Kabupaten Bogor

+