Iklan

SMAN 1 Rancabungur Ditunjuk Jadi Sekolah Penggerak Oleh Kemendikbudristek

Indate News
13/03/23, Maret 13, 2023 WIB Last Updated 2023-03-13T09:45:46Z


indate.net-RANCABUNGUR - SMAN 1 Ran­ca­bungur, Kabupaten Bogor, di­tun­juk Kementerian Pendidikan Kebudayaaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai salah satu Sekolah Penggerak yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Alhamdulillah dari sekian banyak SMA Negeri dan swasta yang ada di kabupaten Bogor, kita salah satu yang ditunjuk sebagai sekolah penggerak oleh kementerian pendidikan kebu­da­yaan riset dan teknologi,” ujar Kepala SMAN 1 Rancabungur, Tata M Syaid kepada kepada wartawan, Senin (13/3).  Menurutnya, imple­mentasi Kurikulum Merdeka yang dijalankan pihaknya sudah berjalan satu tahun setengah. Pada kurikulum itu, SMAN 1 Rancabungur tidak lagi mencantumkan atau membedakan siswa dengan jurusan seperti IPA dan IPS.

“Yang membedakan berarti kelas 10 dan 11 itu sudah tidak ada jurusan lagi. Kalau dulu kan ada IPA dan IPS, sekarang langsung saja kelas 10A,10B dan 10C dan 11A,11B,11C,” jelasnya. Implementasi Kurikulum Merdeka ini, kata dia, berarti guru melakukan pembelajaran yang diferensiasi dimana setiap guru tidak memberlakukkan sama terhadap siswa. 

Guru, sambung Tata, memperla­­kukan siswa itu berbeda-beda sesuai dengan karakter ristik kopetensi yang dimiliki siswa.  “Mulai dari gaya belajarnya kesiapan belajar kemudian latar belakang dirumah dan kopetensi-kopetensi lain yang dimilikinya. Jadi misalkan kalo guru matematikanya itu harus ke semua bisa matematika Nah, de­­ngan diperensiasi sekarang su­­dah kompetensinya mungkin dia ma­­tematik kurang tapi kopetensi lain bisa,” tuturnya 

“Jadi lebih kepada ada perbedaan sesuai latar belakang. Tentunya dengan diperensiasi ini berarti mulai dari persiapan harus beda RPP harus beda kemudian nanti materinya juga beda sampai kepada prodak harus juga beda mulai dari Portofolio, Presentasi, sosial, drama maupun hal hal yang di ungkapkan oleh peserta didik tidak mesti presentasi aja semua, jadi bisa lewat dramanya atau dengan aksi lain yang membedakan di produknya,” sambungnya.

Selain itu untuk Akademiknya SMAN 1 Rancabungur secara signi­­fikan ada peningkatan dilihat dari jumlah lulusan yang di terima di perguruan tinggi. Contoh dulu tahun pertama hanya 8 orang kemudian tahun kedua jalur raport itu menjadi 16 orang berartikan hampir 90 persen ada kenaikan. “Yang tahun berikutnya ada 24 orang jalur raport, itu juga signifikan,” bebernya. 

Ia menceritakan, dari tahun 2011 kemudian 2014 belum ada lulusan yang keterima di Institut Pertanian Bogor (IPB).”Alhamdulillah tahun ini 2022 kemarin ada 7 orang yang diterima di IPB,” katanya.  Sedangkan untuk non akademiknya sekolah ini selalu ikut event event yang diadakan baik untuk tingkat kecamatan mau­­pun Kabupaten. “kemarin men­­juarai juara 3 fusal se-Bogor Barat yang diselenggarakan oleh pelajar Bogor barat berarti se-kabupaten, kemudian olimpiade ada yang mewakili kabupaten untuk tingkat provinsi yaitu bidang Astronomi biarpun terkalahkan tapi paling tidak bahwa disini ada dan Cerdas Cermat untuk PKN juara kedua debating tentang PKN untuk kabupaten,” ungkapnya. 

Kebetulan di SMAN 1 Rancab­ungur , juga ada guru olah raga yang mempunyai lisensi B AFF dengan kopetensi itu di dirikan ekskul sekolah bolo. “Ada sekitar 69 siswa yang ikut baik putra dan putri, salah satunya kemarin di rekrut U 18 itu dari futsal,” ujar Tata.

Kata tata, setiap hari jumat di sekolah ada kursus pertanian yang bekerja sama dengan vokasi dari IPB membuat bibit kemudian juga mendapat bibit sekitar 400 bibit dari IPB dan kerjasama dengan penyuluh penyuluh dari kabupaten. 

“Nah yang datang adalah lulusan lulusan dari IPB vokasinya dari dokter hewan kemudian bidang pertaniannya juga ada rata rata 4 orang pembicara itu tiap jumat dilakukan di kursus kita,” ucapnya. 

Ia menambahkan, murid yang sekolah di SMAN 1 Rancabungur ada siswa 777 Murid dengan 12 kelas. Adapun kelas 10 ada 8 rombel, kelas 11 ada 8 rombel dan kelas 12 ada 7 rombel dengan total 23 rombel.  “Kalo tenaga pengajar ada 11 yang PNS kemudian 14 PPPK dan 13 honor, total ada 38 untuk guru, kemudian TU ada 5 cuma TU belum ada yang PNS masih honor semua,” jelasnya.  Fasilitas disekolah ini, kata tata, mempunyai Perpustakaan yang representatif, ada juga ruang laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS). “ kalo untuk olah raga kita cukuplah dan Alhamdulillah Masjid serta internet juga ada di sekolah kami,”pung­ ­kas­nya.(jems/ian)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Kabupaten Bogor

+