-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Maulid Nabi 2026 Jatuh 12 Rabiul Awal 1448 H, Ini Sejarah dan Maknanya

    Indate News
    24/08/26, Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T00:43:17Z


    indate.net-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran sekaligus meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW.


    Pada 2026, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026, yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional di Indonesia.


    Penetapan itu tercantum dalam Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.


    Dalam sejumlah literatur sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW disebut lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Tahun tersebut dikenal dengan sebutan Tahun Gajah karena berkaitan dengan peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah, penguasa Yaman di bawah Kerajaan Habasyah.


    Sejumlah ulama dan ahli sejarah memperkirakan kelahiran Rasulullah SAW berlangsung pada sekitar April 571 Masehi. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan sejarawan mengenai tanggal pasti kelahiran beliau dalam kalender Masehi.


    Nabi Muhammad SAW diketahui lahir pada hari Senin. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa pada hari Senin.


    "Itulah hari aku dilahirkan, dan pada hari itu pula aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku." (HR Muslim)


    Rasulullah SAW lahir dalam keadaan yatim. Ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, telah wafat sebelum kelahiran beliau.


    Semasa kecil, Muhammad SAW kemudian diasuh oleh ibu susuannya, Halimah As-Sa'diyah, sebagaimana tradisi masyarakat Arab pada masa itu. Setelah kembali kepada ibunya, Aminah binti Wahab, Rasulullah SAW kehilangan sang ibu ketika berusia sekitar enam tahun.


    Setelah itu, beliau berada dalam pengasuhan kakeknya, Abdul Muthalib. Sepeninggal sang kakek, pengasuhan Nabi Muhammad SAW dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib.


    Peringatan Maulid Nabi pada 2026 menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat serta mengenang keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


    Momentum tersebut juga kerap diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, pembacaan selawat, ceramah, hingga kegiatan sosial.


    Selain sebagai momentum keagamaan, Maulid Nabi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk kejujuran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta sikap amanah.


    Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang menggunakan peredaran bulan sebagai dasar perhitungannya. Kalender ini berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari.


    Dalam sejarah Islam, penetapan kalender Hijriah dikaitkan dengan masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Dalam musyawarah para sahabat, peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah kemudian disepakati sebagai titik awal penanggalan Islam.


    Karena menggunakan sistem lunar atau qamariyah, satu tahun Hijriah umumnya lebih pendek sekitar 10–12 hari dibandingkan tahun Masehi. Akibatnya, tanggal-tanggal dalam kalender Hijriah terus bergeser jika dibandingkan dengan kalender Masehi.


    Dalam satu tahun Hijriah terdapat 12 bulan, yakni Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.


    Dengan demikian, Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 diperingati pada 12 Rabiul Awal 1448 H, bertepatan dengan 25 Agustus 2026. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengajak umat Islam kembali meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini