-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ruang Riung Jadi Panggung Lahirnya Penari Muda, Sanggar Bramanty: Latih Mental di Depan Ribuan Penonton

    Indate News
    26/07/26, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T01:02:22Z


    indate.net-BOGOR — Penata tari sekaligus Koreografer Sanggar Bramanty, Zaenal Muttaqin, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Ruang Riung yang rutin digelar setiap dua pekan di Alun-alun Kota Bogor. Menurutnya, ruang publik tersebut menjadi wadah strategis bagi para penari muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri saat tampil di hadapan masyarakat.


    Zaenal mengatakan, tampil di panggung terbuka dengan jumlah penonton yang banyak menjadi pengalaman penting bagi para peserta didiknya. Selain menunjukkan hasil latihan, mereka juga memperoleh kesempatan meningkatkan jam terbang dan membentuk mental sebagai seorang penampil.


    "Menguji mental di depan orang yang begitu banyak adalah kunci. Kebanyakan penari, baik senior maupun junior pasti ada rasa nervous atau demam panggung saat melihat penonton padat. Namun, melalui panggung publik seperti ini, secara perlahan mereka belajar beradaptasi," ujar Zaenal kepada wartawan di sela kegiatan Ruang Riung, Sabtu (25/7/2026) malam.


    Pada kesempatan tersebut, Sanggar Bramanty menampilkan 13 penari binaannya dengan membawakan tujuh tarian daerah, yakni Jingkrak Jurit, Citra Resmi, Ronggeng Nyentrik, Mipit Bentang, Subang Larang, Kebo Iwo, dan Karaton Mandala Agung. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para pengunjung yang memadati kawasan Alun-alun Kota Bogor.


    Zaenal menjelaskan, pemilihan penari dilakukan menggunakan sistem rolling agar seluruh anggota sanggar memiliki kesempatan yang sama untuk tampil. Saat ini, Sanggar Bramanty membina sekitar 35 anggota aktif dari berbagai jenjang usia.


    Ia berharap kegiatan Ruang Riung dapat terus berlangsung secara berkelanjutan karena dinilai menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni sekaligus melestarikan budaya daerah.


    "Harapan kami, Ruang Riung terus berjalan secara konsisten sehingga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan generasi muda yang mencintai seni pertunjukan," katanya.


    Zaenal menuturkan, Sanggar Bramanty berdiri pada akhir Desember 2022 dan kini memasuki tahun keempat dalam membina talenta seni tari, mulai dari anak usia tujuh tahun hingga pelajar tingkat SMA.


    Kegiatan latihan dipusatkan di Lippo Plaza Keboen Raya setiap Sabtu pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, sementara cabang Pondok Rajeg menggelar latihan setiap Minggu.


    Menurut Zaenal, materi pembelajaran di Sanggar Bramanty lebih banyak berfokus pada Tari Jaipongan karena menjadi salah satu tarian yang diminati para peserta. Meski demikian, sanggar juga membuka ruang pembelajaran untuk tari modern, tari kreasi, hingga tari Nusantara.


    Selain aktif berpartisipasi dalam festival seni dan kegiatan edukasi, Sanggar Bramanty juga melayani berbagai undangan pementasan, mulai dari acara pemerintahan, perusahaan, hingga pertunjukan penyambutan tamu.


    "Alhamdulillah, Sanggar Bramanty terbuka dan siap menerima berbagai undangan kegiatan yang dapat kami laksanakan untuk memeriahkan acara," tutup Zaenal.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini