-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Antisipasi Defisit ASN, Pemkot Bogor Deklarasikan B-Smart Corporate University

    Indate News
    15/07/26, Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T13:32:07Z


    indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) melalui transformasi digital dengan mendeklarasikan Bogor Smart Corporate University (B-Smart CorpU). Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi menghadapi potensi defisit ASN akibat tingginya angka pensiun serta terbatasnya kuota penerimaan pegawai baru.


    Deklarasi B-Smart Corporate University dilakukan bersamaan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor di Ballroom Hotel Onih, Kota Bogor, Rabu (15/7/2026).


    Mengusung tema "Mewujudkan Pengembangan Kompetensi secara Terintegrasi Melalui B-Smart Bogor Smart Corporate University" dengan tagline "Belajar, Bertumbuh, Berdampak", forum tersebut menjadi wadah membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi ASN secara terintegrasi.


    Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan persoalan ketersediaan SDM menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh organisasi, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, keterbatasan penerimaan ASN baru di tengah banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun menjadi persoalan yang harus segera diantisipasi.


    "Salah satu masalah yang paling krusial saat ini adalah semakin sulitnya memperoleh tambahan pegawai. Sebagai contoh di sektor pendidikan, terdapat sekitar 120 hingga 240 guru yang memasuki masa pensiun, sementara kuota penggantinya sangat terbatas, hanya sekitar 30 sampai 40 orang untuk berbagai bidang. Karena itu kita harus benar-benar menentukan skala prioritas," ujar Dedie.


    Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut perubahan pola kerja birokrasi yang lebih adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemkot Bogor, kata dia, terus mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis digital atau paperless, mulai dari administrasi surat-menyurat hingga penyusunan program berbasis sistem informasi yang terintegrasi.


    "Ke depan, penganggaran tidak lagi hanya mengacu pada kebiasaan tahun sebelumnya, tetapi berbasis indikator kinerja yang terukur melalui aplikasi digital. Karena itu ASN harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan tersebut," katanya.


    Dedie juga mengapresiasi kualitas kompetensi ASN Kota Bogor yang dinilai cukup baik dibandingkan sejumlah daerah lain. Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem pembelajaran daring agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja aparatur.


    Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian, menjelaskan bahwa B-Smart Corporate University merupakan sistem pembelajaran terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas ASN secara berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian visi pembangunan daerah.


    "Forum Konsultasi Publik ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan Corporate University sekaligus membangun komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam mengembangkan kompetensi ASN," ujar Dani.


    Menurutnya, pengembangan kompetensi akan dilakukan melalui berbagai metode pembelajaran modern, seperti blended learning dan pembelajaran berbasis sosial. BKPSDM juga membuka kolaborasi dengan perguruan tinggi serta dunia usaha agar materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan birokrasi dan pelayanan publik saat ini.


    Ia berharap keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, dunia usaha, media massa, serta organisasi profesi, dapat memperkuat terwujudnya ekosistem birokrasi yang adaptif, transparan, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


    Forum tersebut dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, Ketua PGRI Kota Bogor, perwakilan PT Taspen, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, kalangan akademisi, serta unsur dunia usaha.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini