Iklan

KemenkoMarves Siap Realisasi Instalasi RDF di Galuga

Indate News
31/07/23, Juli 31, 2023 WIB Last Updated 2023-07-31T01:06:34Z


indate.net-BOGOR - Kota Bogor mendapat sinyal positif untuk membangun tempat pemrosesan sampah menjadi bahan bakar jumputan padat atau Refused Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

Untuk mematangkan salah satu upaya penanganan sampah terse­­but, Pemkot Bogor yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melakukan rapat koordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan dari Kementerian Koor­dinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (KemenkoMarves), Nani Hendiarti di Jakarta, akhir pekan lalu.

Usai rapat berlangsung, Dedie mengatakan, koordinasi ini merupakan hasil dan kunjungan kerja Pemkot Bogor ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Denpasar, Bali, beberapa waktu yang lalu. “Kalau dilihat dari modalitas Kota Bogor, punya lahan yang cukup luas kemudian suplai sampah harian yang melebihi 500 ton per hari menjadi kekuatan Kota Bogor untuk bisa diasistensi pemerintah pusat membangun instalasi produksi RDF,” kata Dedie.

Sambungnya, pemerintah pusat mela­lui KemenkoMarves melihat Ko­­ta Bogor memiliki keinginan kuat untuk me­­miliki instalasi tersebut. Tentu dengan bantuan dari pemerintah pusat. Dedie mengatakan, kementerian akan menin­­daklanjuti dengan bebe­rapa langkah. “Antara lain akan melaksanakan diskusi teknis dan kunjungan langsung ke lokasi Galuga. Waktu kita di Bali juga ada perwakilan dari kementerian yang sama - sama melihat keinginan kuat Kota Bogor untuk memiliki instalasi yang sama,” tegasnya. Di luar itu, kecdepan memang permasalahan sampah di Kota Bogor harus dila­kukan upaya penanganan yang lebih komprehensif. Pun tidak bisa hanya mengandalkan luasan lahan. Itu mengapa perlu instalasi pengolahan sampah modern.

“Supaya efektif. Dengan lahan yang terbatas, tidak kemudian me­nambah luasan lahan yang akhirnya menjadi tumpukan sampah (open dumping), tetapi instalasi ini bisa mengurai sampah baru yang diolah menjadi RDF dan dimanfaatkan atau dibeli oleh industri. Ada perputaran ekonomi juga disitu,” katanya. Saat kunjungan ke deputi, Dedie juga didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Bogor, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan jajarannya.(*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Kabupaten Bogor

+