-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Minta Pejabat Baru Jangan Lama-lama Beradaptasi

    Indate News
    08/02/23, Februari 08, 2023 WIB Last Updated 2023-02-08T04:24:47Z


    indate.net-Sejumlah arahan diberikan Wali Kota Bogor, Bima Arya saat memimpin briefing staf bagi jajaran perangkat daerah dan aparatur wilayah di lingkungan Pemkot Bogor, mulai dari evaluasi penyelenggaraan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF-CGM), program prioritas tahun 2023 hingga penanganan stunting di Kota Bogor.

    Di hadapan para kepala perangkat daerah dan aparatur wilayah, Bima Arya menegaskan, untuk semua pejabat yang belum lama ini dilantik dan menempati posisi baru, agar cepat beradaptasi dan didukung secara maksimal, khususnya koordinasi terkait data dan informasi sehingga tidak menghambat kegiatan.

    “Proses transisi ini menjadi atensi bersama dan kita pastikan berjalan mulus, mulai dari data, informasi, aset dan lainnya. Untuk jabatan yang masih kosong, perangkat daerah terkait untuk segera memprosesnya," jelasnya.

    Selain itu, akselerasi program prioritas, membangun sistem dan fokus pada angka-angka yang menjadi atensi dari pemerintah pusat dan provinsi.

    10 program prioritas tahun 2023 diharapkan agar dalam prosesnya tidak berlarut-larut. Diantaranya Jembatan Otista, lanjutan pembangunan Masjid Agung, lanjutan pembangunan RSUD, jalan R3 dan sejumlah trotoar hingga revitalisasi Museum Pajajaran.

    “Ini menjadi atensi betul untuk semua. Minggu ini saya akan berputar ke semua dinas-dinas untuk memastikan tindak lanjut dari arahan yang saya sampaikan,” tegasnya.

    Di akhir, Bima Arya menekankan kepada semua tentang penanganan stunting di Kota Bogor. Diantaranya aktivasi tim pendamping keluarga, mendorong kelembagaan posyandu agar betul-betul aktif dan menjadikan posyandu sebagai garda terdepan untuk stunting dan ketahanan keluarga.

    Sosialisasi deteksi dan pencegahan pernikahan dini, PKH harus jelas dan evaluasi validasi data. Urban farming lebih dimaksimalkan agar bisa menjadi solusi sebagai sumber makanan bergizi.

    Berikutnya aktivasi Dasawisma dipastikan dan angkanya harus realistis. Konsep sosialisasi dan edukasi yang tepat serta mudah dimengerti warga. Kolaborasi dengan organisasi profesi maupun korporasi dapat dilakukan guna membantu memberikan edukasi serta pembinaan bagi masyarakat.

    “Dari seluruh pencegahan stunting ada satu yang paling menentukan. Berdasarkan persentase strategi dan upaya yang dilakukan dalam percepatan penanganan stunting memperlihatkan gizi spesifik berkontribusi 30 persen, sementara gizi sensitif berkontribusi 70 persen dimana kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan dengan sasaran masyarakat umum dan bersifat jangka panjang,” paparnya.

    Terkait stunting, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengingatkan berdasarkan penelitian kohort selama 5 tahun oleh Kementerian Kesehatan tentang tentang gaya hidup, pola makan dan kebiasaan sehari-hari yang hasilnya warga Kota Bogor secara keseluruhan menderita 4 penyakit, yaitu diabetes, hipertensi, jantung dan stroke. Selain itu kurang mengkonsumsi buah dan sayur serta tidak suka makan berprotein tinggi.

    “Hasil dan rekomendasi yang disampaikan berkorelasi dengan tingkat intelegensi anak maupun aspek lain yang bisa dikatakan menjadi asal muasal stunting,” ujar Dedie.

    Sementara itu untuk mendukung penanganan stunting Kota Bogor, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian mendukung sepenuhnya dengan berencana memanfaatkan dan menduplikasi konsep Sekolah Ibu dalam program Sekolah Sehat berkolaborasi dengan RSUD Kota Bogor dan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

    Diharapkan dengan Sekolah Sehat  masyarakat bisa melakukan pola asuh dalam keluarga dan tim pendamping keluarga.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kabupaten Bogor

    +