• Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pertama di Bogor, Padukan Indesign dan Jurnalistik, Ini Kata Kepsek

    Indate News
    05/10/22, Oktober 05, 2022 WIB Last Updated 2022-10-05T11:41:50Z


    Indate.net-Pendidikan tentang jurnalistik di era digitalisasi seperti sekarang ini begitu penting, terlebih bagi kalangan pelajar. Sebab, di era digitalisasi banyak informasi yang masuk dengan mudah tanpa melihat sumber yang jelas, sehingga informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

    Untuk itu, jurnalis Rmoljabar.id yang bertugas di wilayah Bogor Raya, Heri Supriatna bersama  ahli tata letak (layout) dari media Pakar, Jamaludin berinisiatif memberikan pendidikan jurnalistik kepada pelajar yang ada di wilayah Bogor, salah satunya di SMA Negeri 1 Rancabungur, Kabupaten Bogor.

    Kegiatan yang berlangsung di ruang komputer ini pun dibuka Kepala SMA Negeri 1 Rancabungur, Tata Muhammad Syaid dan disaksikan sejumlah tenaga pendidik lainnya, serta diikuti puluhan siswa dan siswi dari perwakilan OSIS di sekolahnya. 

    Dalam sambutannya, Tata Muhammad Syaid meminta kepada anak didiknya untuk mendengarkan, mencermati hingga mempraktikkan program pendidikan jurnalistik yang disampaikan oleh narasumber, yakni dari jurnalis Rmoljabar.id dan juga ahli tata letak dari media Pakar tersebut.

    "Anak-anak, pendidikan jurnalistik ini sangat penting. Karena kelak nanti, apabila kalian lulus kemudian bekerja di perusahaan media, ataupun menjadi sekretaris di sebuah perusahaan atau instansi, kalian ini sudah memiliki bekal," kata Tata Muhammad Syaid saat membuka pelatihan jurnalistik di sekolahnya, Rabu (5/10). 

    Ia melanjutkan, kegiatan ini juga merupakan literasi bagi anak-anak, sebab dapat mengetahui apa itu jurnalis, tugas jurnalistik hingga tentang bagaimana teknik wawancara yang baik dan benar. Termasuk dapat membuat sebuah tampilan majalah, koran dan juga tabloid. 


    "Dengan ini, anak-anak kami lebih aktif lagi. Misalnya, yang tadinya malu bertanya, bisa aktif untuk bertanya karena rasa keingintahuan anak dalam mecari informasi, mencari narasumber untuk mendapatkan informasi, kemudian membuat berita, wawancara dan juga cara membuat tampilan media cetak," ucapnya. 

    Di samping itu, dirinya juga erpesan kepada anak-anak didiknya untuk tidak terbawa dengan informasi-informasi hoaks yang belum jelas sumbernya. Sehingga melalui pendidikan jurnalistik, diharapkan anak-anak bisa membedakan informasi mana yang benar dan informasi mana yang tidak benar. 

    "Saya atas nama sekolah mengucapkan terima kasih, kepada Pak Jems (sapaan Jamaluddin) dan Pak Heri yang sudah memberikan pembelajaran kepada anak-anak kami. Tadi perwakilan dari OSIS dan Ekskul, begitu antusias mengikuti kegiatan ini," ujarnya. 

    Sementara itu, ahli tata letak atau jurnalis yang sehari-hari layout di media Pakar, Jamaluddin mengatakan, bahwa pendidikan tentang program Indesign belum banyak yang tahu, bahkan sepengetahuan dirinya belum ada sekolah-sekolah yang memberikan materi pendidikan Indesign. 

    Maka dari itu, dirinya yang lebih dari 12 tahun bekerja di bagian layouting media ingin berbagi pengalaman, ingin berbagi ilmu pengetahuan kepada anak-anak sekolah, supaya nantinya para pelajar ini ketika lulus nanti memiliki keahlian di bidang design. 

    "Program Indesign ini banyk sekali manfaatnya, dan juga banyak fitur-fitur yang nantinya anak-anak ini bisa lebih kreatif dalam mengekspresikan bakatnya membuat tampilan brosur, spanduk, koran, majalah, tabloid dan lain sebagainya," kata Jamaluddin yang karib disapa Jems ini. 

    Selain itu, Jems menyadari bahwa materi pelatihan program Indesign tidak bisa dilakukan secara cepat, harus membutuhkan waktu minimal 2 bulan, serta diikutinya secara sungguh-sungguh. 


    "Jadi, memang ini tidak bisa dalam waktu 1 atau 2 jam. Ini perlu dilakukan keseriusan, butuh waktu minimal 2 bulan untuk betul-betul bisa menguasai program ini. Saya siap apabila anak-anak ingin lebih dalam lagi mengetahui program Indesign," terangnya. 

    Di tempat yang sama, jurnalis Rmoljabar.id, Heri Supriatna mengaku bangga terhadap siswa-siswi SMAN 1 Rancabungur. Sebab, saat dirinya menyampaikan pendidikan jurnalistik anak-anak langsung mengerti dan bisa menjawab apa itu wartawan dan juga tugas-tugasnya. 

    "Saat saya bertanya apa itu wartawan dan tugasnya bagaimana, anak-anak langsung menjawabnya, dan menurut saya jawabannya itu betul bahwa wartawan ialah sebuah profesi yang bekerja untuk meliput, mencari informasi dan hasilnya disajikan melalui tulisan berita," ujarnya. 

    Bahkan, sambung Heri, saat di minta mempraktikkan bagaimana cara wawancara, siswa-siswi SMAN 1 Rancabungur begitu antusias dan langsung mempraktikkan dihadapan guru dan juga teman-temannya.

    "Artinya, di sekolah ini anak-anak sudah memiliki dasar. Tinggal terus diberikan motivasi, diberikan pengetahuan lebih jauh lagi tentang jurnalistik, terlebih dalam menulis sebuah berita," tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kabupaten Bogor

    +