Bahas Ketahanan Iklim, Para Wali Kota Jalan Kaki Nikmati Sejuknya Kota Bogor


indate.net-BOGOR – Suasana hijau dan sejuk Kota Bogor menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang diikuti sejumlah wali kota peserta Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Usai mengikuti sesi Wali Kota Bicara bersama Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq di IPB Convention Center, para peserta diajak berjalan kaki menyusuri pedestrian Sistem Satu Arah (SSA).

Dalam perjalanan, rombongan menikmati sejumlah ikon Kota Bogor, mulai dari Tugu Kujang hingga Lawang Salapan. Mereka kemudian melintasi Underpass IPB Baranangsiang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kebun Raya Bogor.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para kepala daerah untuk melihat langsung ruang terbuka hijau serta suasana Kota Bogor yang masih asri dan lestari.

Dari Kebun Raya Bogor, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Resto Rasa dan kemudian mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor. Dalam perjalanan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut mengendarai mobil buggy yang ditumpangi Wali Kota Salatiga.

Kunjungan ke Istana Kepresidenan Bogor juga didampingi Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Erwin Wicaksono.

Melalui kegiatan Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026, Pemerintah Kota Bogor turut berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Dedie Rachim mengatakan, pesan yang disampaikan Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa kebijakan pembangunan perlu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Jadi, ini momen yang strategis untuk mengingatkan kembali bahwa ada tanggung jawab kepala daerah untuk bisa menurunkan amanat konstitusi ke dalam kebijakan daerah yang pro kepada kelestarian lingkungan,” kata Dedie.

Ia menilai, kepala daerah memiliki peran penting dalam menerjemahkan komitmen terhadap lingkungan ke dalam kebijakan pembangunan di masing-masing wilayah.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antarpemerintah kota terkait upaya membangun kota yang tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim, tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.(*)